Sekadar renungan


Bila Allah cepat makbulkan Doamu, Maka DIA Menyayangimu,

Bila DIA Lambat Makbulkan doamu, Maka DIA Ingin Mengujimu,

Bila DIA Tidak Makbulkan Doamu, Maka Dia Merancang Sesuatu Yang lebih Baik Untukmu.

Oleh itu, Sentiasalah Bersangka Baik Pada ALLAH Dalam Apa Jua Keadaan Pun... Kerana Kasih sayang ALLAH Itu Mendahului KemurkaanNya.

********************************************************

Saat itu, hadir syaitan yang terkuat, sementara si hamba dalam kondisi paling lemah. Siapakah yang selamat?


Ya Allah, jadikanlah amal terbaik kami sebagai penutup amal kami. Jadikanlah umur terbaik kami sebagai akhirnya. Dan jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari kami menjumpai-Mu
.


Sabda Nabi s.a.w ;"...dan sesungguhnya waktu yang paling syaitan dengan manusia adalah disaat kematian (nazak) ","(Riwayat Abu Na'im)" didalam sepotong ayat Mursyal , Nabi s.a.w bersabda dengan membawa maksud ," Saat paling hampir musuh Allah (syaitan) itu dengan manusia ialah dikala terbit rohnya".

There was an error in this gadget

ZIKIR HARIAN

HARI AHAD: Ya Hayyu Ya Qayyum ( 1000 X )
HARI ISNIN: La haula wala quwwata illa billa hil 'aliyyil 'a ziim ( 1000 X )
HARI SELASA: Allahumma salli 'ala 'abdika warasulika wanabiyyikal amiina wa'ala alihi wasahbihi wasallim ( 1000 X )
HARI RABU: Astagh firullahal 'a ziim ( 1000 X )
HARI KHAMIS: Subhanallahii 'a ziim , Subhanallahi wabihamdihi ( 1000 X )
HARI JUMAAT: Ya Allah ( 1000 X )
HARI SABTU: La ilaha illallah ( 1000 X )

Sedikit Ilmu untuk dikongsi bersama...



Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Bacaan Surah

There was an error in this gadget

.

Followers

Blog ini mengandungi Maklumat dan Koleksi ibadah untuk diri saya . Sekiranya ia baik , kita kongsi bersama , sekiranya ianya tidak baik , elakkanlah. Saya hanya insan biasa yang mencari ilmu selagi hayat dikandung badan...

.

Monday, October 31, 2011

Siaran Langsung dari Masjidil Haram



Watch tv live Holy kaaba non stop 24 over coverage from Makkah Saudi Arabia

Monday, October 24, 2011

Tanda Hitam di Dahi perlu Waspada.



Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (QS al Fath:29).

Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’.

Padahal bukan demikian yang dimaksudkan.

Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah perilaku yang baik.

Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah
kekhusyuan.

Juga diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah
shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut.

Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “
Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku? (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.

Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya.

Janganlah kau jelekkan penampilanmu
!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).

عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.

Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).

عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.

Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).

عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.

Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah?
Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).

Bahkan Ahmad ash Showi mengatakan, “Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana
perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)” (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).

Dari al Azroq bin Qois, Syarik bin Syihab berkata, “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku. Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat. Aku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij!”.

Beliau berkata, “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku. Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih. Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya.

Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”.
Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda,

يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ

“Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun alQur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudia mereka tidak akan kembali kepada agama. Cirri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dinilai shahih li gharihi oleh Syeikh Syu’aib al Arnauth).

Oleh karena itu, ketika kita sujud hendaknya proporsonal jangan terlalu berlebih-lebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi.


Batu Terapung Dalam Peristiwa Isra' Mikraj

Setiap kali menjelang kalendar Rejab sempena kedatangan tarikh peristiwa Isra’ Mikraj, pasti gambar-gambar ini disebarkan ke serata dunia maya dan hasilnya, ramailah yang mempercayainya..

Berikut adalah gambar-gambar palsu yang kononnya ia adalah Batu Terapung atau Batu Tergantung seperti yang tercatat dalam peristiwa Israk Mikraj, tersebar meluas di dalam internet. Dan juga.. Ia diguna pakai dalam khutbah multimedia di masjid-masjid di KL..!

Gambar PALSU 1

Batu Terapung PALSU 1Gambar PALSU kononnya Batu Terapung / Tergantung di Palestine ini terus disebarkan dan amat kurang bagi mereka yang bertanya akan kesahihannya. (He-eh..? Kan terapung tu ustaz..? )

Gambar PALSU 2

Batu Terapung PALSU 2Gambar batu yang serupa dari sudut yang lain. Dah Nampak..?

Gambar PALSU 3

Batu Terapung PALSU 3Juga satu lagi sudut gambar palsu ini. Dah jelas..? Belum..?

Gambar PALSU 4

Batu Terapung PALSU 4Sekali lagi sudut yang lain gambar palsu ini. Haa.. Jelas..?

Gambar PALSU 5

Batu Terapung PALSU 5Tadaa.. ‘Breaking The Magician Code: The Magic Secret Reavealed’. Teknik murahan rupanya.. GunaPhotoshop..

Jadi.. Mana yang ASLInya..?

___________________________ …

Berikut yang penulis sertakan adalah gambar ASLI dan SAHIH Batu Terapung yang disebut dalam peristiwa Isra’ Mikraj..

Batu Terapung Dalam Peristiwa Isra' Mikraj

Batu Terapung Dalam Peristiwa Isra' Mikraj

Berikut adalah soal-jawab dari seorang hamba Allah dengan Dato’ Dr. Haron Din mengenai Batu Terapung / Tergantung seperti yang dinyatakan dalam sejarah Isra’ Mikraj baru-baru ini.

SOALAN:

Dato’, saya telah melihat gambar dalam internet dan mendengar beberapa ceramah Israk Mikraj, ada penceramah menunjukkan gambar batu besar yang tergantung-gantung di Masjidil Aqsa, Baitulmaqdis. Adakah benar batu itu tergantung-gantung (tidak berpihak di bumi) dan terlepas daripada tarikan graviti. Pohon Dato’ perjelaskan apakah yang sebenarnya. – ZAINAL AHMAD

JAWAPAN Dato’ Dr Haron Din:

Tempat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam Dimikrajkan

Ulama umumnya berpendapat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bermikraj dari satu tempat di Baitulmaqdis yang disebut sebagai Qubbatul Mikraj (kubah tempat dimikrajkan). Tempat itu juga dikenali sebagai Sakhrah Baitulmaqdis.

Pengalaman Al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi

Dalam kitab al-Israk wal-Mikraj oleh Khalid Saiyyid Ali di halaman 82, atas tajuk yang bermaksud ‘Tempat Nabi bermikraj’, disebut di bawahnya suatu penulisan (yang bermaksud): “Berkatalah al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi, ketika membuat penjelasan (syarah) Kitab al-Muwattak oleh Imam Malik disebutkan, batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban Allah SWT.

“Batu itu berdiri sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi.”

“Di puncaknya dari arah selatan, itulah tempat kaki Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam berpijak untuk menaiki Buraq, di sebelah itu agak condong. Dikatakan kerana kegerunannya atas kehebatan baginda Sallallahu ‘Alaihi Wasallam maka batu itu tergantung, saya sendiri takut untuk berada di bawahnya, kerana takut batu itu menghempap saya kerana dosa-dosa saya.”

“Setelah beberapa ketika kemudian, saya pun memberanikan diri dan masuk berteduh di bawahnya, maka saya dapat melihat pelbagai keajaiban. Saya dapat menyaksikan ia dari semua arah. Saya benar-benar melihatnya terpisah dari bumi. Ada arah yang lebih jauh terpisah dari bumi daripada arah yang lain.”

Inilah penulisan yang saya rujuk daripada penulisan seorang ulama besar yang dikenali dengan nama Ibnul ‘Arabi. Daripada sinilah timbul cerita demi cerita yang menyatakan batu tempat Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam tergantung-gantung. Itu adalah cerita dahulu. Ada sandarannya, ada catatannya dalam kitab-kitab yang berautoriti, termasuk daripada kitab yang saya sebutkan tadi.


Batu Terapung Pada Hari Ini Dari Pengalaman Dato’ Dr Haron Din

Ada pun mutakhir ini, saya sendiri berpengalaman, telah masuk dan melihat batu tersebut, yang sekarang tempat itu dikenali sebagai Qubbatul Sakhrah (kubah yang di bawahnya ada batu). Sekarang ini sudah berada di belakang daripada Masjid al Aqsa.

Jika dilihat Masjid al-Aqsa, imam akan dilihat berada nun jauh daripada arah kiblat dan berakhir kawasan masjid dengan Qubbatul Sakhrah ini.

Para Jemaah Mengambil Kesempatan Solat Di Bawah Batu Terapung

Satu lagi gambar asli dan sahih Batu Terapung. Para Jemaah Mengambil Kesempatan Solat Di Bawah Batu Terapung

Meneliti Batu Terapung

Saya telah memasuki tempat ini, berpeluang melihat batu itu dan masuk ke bawahnya. Memang batu itu benar-benar wujud dan terletak di tengah-tengah bangunan. Gambaran sekarang ini, batu itu jika dilihat daripada bawah, seolah-olah seperti sebuah payung besar, seperti gua yang kita berada di bawahnya. Saya menganggarkan keluasan tempat itu, sebesar ruang solat untuk 20 atau 25 orang, jika untuk masuk bersesak-sesak boleh sampai 150 orang.

Keadaan Berubah

Merenung batu itu dengan cermat, saya dapati ia sekarang terletak di atas fondisi konkrit batu yang kukuh. Di segenap arahnya berpijak ke atas fondisi itu dan tidak nampak pun ia tergantung seperti yang dijelaskan di atas. Semasa lawatan itu, saya kebetulan bertemu dengan Imam Besar Masjid al-Aqsa yang berada di situ, di samping pemandu pelancong kami. Mereka menyatakan memang dahulu batu besar yang macam payung itu tergantung-gantung.

Kegerunan Hati Manusia

Oleh kerana banyak pembesar-pembesar negara dan banyak pelawat-pelawat luar datang, mereka terperanjat dan amat gerun dengan keadaan batu itu, banyak yang tidak berani masuk di bawah batu itu, kerana takut tiba-tiba batu itu menghempap. Memandangan hal keselamatan penting dan mengelak daripada berlakunya berbagai tanggapan orang ramai ke atas keadaan yang unik itu, maka pihak berkuasa mengambil tindakan membina fondisi yang menyambung batu itu dari bumi.

Batu Terapung Isra' Mikraj -Dari Atas-Gambar simpanan lama Batu Terapung dari sudut atas.

Mengapa Berubah..?

Ketakutan pembesar-pembesar zaman ini samalah seperti yang dirasai oleh al-Imam Aku Bakar Ibnul ‘Arabi seperti dalam bukunya.

Maka atas itulah batu tersebut sudah tidak lagi kelihatan tergantung-gantung, tetapi ia menjadi seperti sebuah bangunan yang di bawahnya boleh dimasuki, ia kelihatan seperti sebuah batu biasa yang dapat dilihat. Wallahua’lam.


Ramai sgt yg sebar gambar palsu.. Ini gambar sahih terkini dari bumi Palestine..

[GAMBAR TERKINI] BENARKAH: Batu Terapung Dalam Peristiwa Isra’ Mikraj Di Palestin..? Sila ke;

http://qhazanah.wordpress.com/2009/07/21/benarkah-batu-terapung-dalam-peristiwa-isra-mikraj-di-palestin/


Great Manmade River (Muammar Gaddafi)

Sumber _ KOSMO

Salah satu sumbangan terbesar Gaddafi kepada negaranya ialah usahanya membina ‘sungai buatan’ bertujuan menyalurkan air bawah tanah ke seluruh negara Libya yang tandus itu. Malah bagi rakyat Libya, projek yang dikenali sebagai Great Man-Made River Project itu merupakan Keajaiban Kelapan Dunia.
Pembaharuan
Gaddafi menggunakan kepintaran dan kekayaan negara itu untuk mengairi kawasan tandus berkenaan.
Bagi mengatasi masalah mendapatkan air bersih buat seluruh warga Libya, pembinaan paip air gergasi itu dimulakan pada Ogos 1984 di Brega.
Libya tidak mempunyai kepakaran tempatan untuk membina projek besar itu. Tetapi atas kekayaan hasil minyak, Gaddafi menjemput kepakaran luar untuk membantunya termasuklah dari Korea Selatan, Turki, Jerman, Filipina dan Britain.
Pada September 1993, lengkaplah pembinaan fasa pertama projek itu yang bermula dari timur di Sarir dan Tazerbo hinggalah ke Benghazi. Tiga tahun kemudian usaha menyalurkan air dari Tripoli ke barat iaitu di Jebel Hassouna siap.
Menyingkap sejarah lalu, air bawah tanah Libya itu ditemui secara tidak sengaja ketika usaha mencari telaga minyak baharu pada tahun 1953.
Daripada analisis radio karbon, sumber air fosil itu dianggarkan berusia kira-kira 40,000 tahun.
Kini, usaha itu membuahkan hasil apabila kira-kira 1,300 kilometer persegi tanah disalurkan dengan air untuk perladangan. Sebahagian tanaman itu adalah untuk makanan di dalam negara.
Tetapi bagi ladang-ladang besar yang mendapat bekalan air itu, ia ditanam dengan gandum, oat, jagung dan barli. Semua tanaman itu perlu diimport sebelum ini.
Kini, paip sepanjang 5,000 kilometar (km) itu boleh menyalurkan sebanyak 6.5 juta meter padu air sehari ke lebih 1,000 kawasan padang pasir.

Baca juga kisah selanjutnya di artikel blog Pemuda Acheh ini :



Akhir Zaman : Padang Pasir Akan Disuburkan Dan Ditanam Dengan Tanam-Tanaman


Rasulullah berkata, mafhumnya:

Pada akhir zaman nanti ada padang pasir akan disuburkan dan tanam dengan tanam-tanaman.

Benar atau tidak?
Benar, kerana ini sedang berlaku di Libya setelah kerajaan membina sungai buatan manusia yang terbesar di dunia. Sekarang sudah 135,000 hektar padang pasir ditanam dengan segala macam tanam-tanaman.


Man Made River
Libya

Libya Projek Sungai Besar Man-Made



1 September menandakan amaran pembukaan tahap utama Man-Made Libya Great River Project. Penggunaan air yang sangat besar adalah hampir tidak dikenali di Barat. Pemimpin negara-negara maju seperti Amerika Syarikat tidak boleh meniru kejayaan ciptaan Sungai Besar Libya buatan manusia ini. Barat menolak untuk mengakui bahawa sebuah negara kecil, dengan penduduk tidak lebih dari empat juta, boleh membina sesuatu yang begitu besar tanpa meminjam satu sen dari bank antarabangsa.

penggali yang digunakan untuk membuat parit




Pada tahun 1953, carian ladang minyak baru di padang pasir Libya selatan menyebabkan penemuan tidak hanya dari cadangan minyak yang signifikan, tetapi juga sejumlah besar air tawar terjebak dalam strata yang mendasari. Sebahagian air ini dikumpulkan antara 38.000 dan 14.000 tahun yang lalu, meskipun beberapa beg hanya 7.000 tahun.

Ada empat cekungan bawah tanah utama. Cekungan Kufra, berbaring di selatan timur, berhampiran sempadan Mesir, meliputi kawasan seluas 350,000 km ², membentuk lapisan akuifer lebih daripada 2,000 m dalam, dengan anggaran kapasiti 20.000 km ³ di sektor Libya. Akuifer 600-jauh di dalam cekungan Sirt dianggarkan mempunyai lebih dari 10.000 km ³ air, sedangkan 450,000 km ² Murzuk baskom, selatan Jabal Fezzan, dianggarkan mempunyai 4.800 km ³. Selanjutnya air yang terletak pada cekungan Hamadah dan Jufrah, yang memanjangkan dari Arch Qargaf dan Jabal Sawda ke pantai.

salah satu waduk



Projek GMR - usaha kejuruteraan terbesar di dunia - bertujuan untuk mengangkut air dari akuifer dengan sabuk pantai utara, untuk menyediakan 5,6 juta penduduk negara itu dan untuk pengairan. Dimaksudkan untuk menjadi barang pameran revolusi Libya, Kolonel Muammar Gaddafi menyebutnya "keajaiban kelapan dari dunia".



Pertama kali disusun pada akhir tahun 1960, kajian kelayakan awal dilakukan pada tahun 1974 dan bekerja mulai sepuluh tahun kemudian. Projek, yang masih memiliki 25 tahun dianggarkan untuk menjalankan, direka dalam lima tahap. Masing-masing sebahagian besar berasingan dalam dirinya sendiri tetapi akhirnya akan bergabung membentuk sebuah sistem yang terintegrasi.

Pada tahun 1996-Man Made Great River Projek telah mencapai salah satu tahap akhir. Louis Farrakhan, yang mengambil bahagian dalam upacara perasmian tahap penting projek, menggambarkan Sungai Man-Made Agung sebagai "keajaiban lain di padang pasir." Bercakap pada upacara pelantikan untuk penonton yang termasuk Libya dan tetamu asing, Kolonel Qadhafi mengatakan projek "adalah jawapan yang terbesar ke Amerika ... yang menuduh kita sebagai pengganas."

The Great Man-Made River, sebagai projek pengangkutan air terbesar yang pernah dilakukan, telah digambarkan sebagai "keajaiban kelapan dari dunia". Ini membawa lebih daripada lima juta meter padu air pada hari melintasi padang pasir ke daerah pesisir, sangat jauh meningkatkan jumlah lahan subur. Total kos projek besar diharapkan dapat melebihi $ 25 bilion (AS).

paip dalam perjalanan untuk memperluaskan sistem


Terdiri dari rangkaian paip bawah tanah ditanam untuk menghilangkan pengewapan, empat meter diameter, projek tersebut yang panjangnya empat ribu kilometer jauh ke padang pasir. Air bawah tanah dipam dari perigi 270 ratusan meter jauh ke dalam reservoir untuk dibekalkan kepada sungai buatan tersebut. Kos satu meter padu air sama dengan 35 sen. Meter padu air desalinized adalah $ 3,75. Para saintis menganggarkan jumlah air yang setara dengan 200 tahun aliran air di Sungai Nil.

Tujuan diwujudkan projek Sungai Besar Man-Made ini adalah untuk membuat Libya penuh dengan sumber pertanian, yang mampu menghasilkan makanan yang cukup dan air untuk memenuhi keperluan sendiri dan untuk berkongsi dengan negara-negara jiran.

paip yang disampaikan


Paip ditempatkan dalam parit itu menggunakan crane besar, mampu mengangkat sehingga 450 tan, dan bergabung ke paip yang telah diletakkan dengan mendorong mereka ke tempatnya dengan buldozer.

besar hidrolik excavator


Sokongan kilang, peralatan dan logistik untuk projek ini juga dalam skala besar. Sekitar 10.000 orang digunakan. Dua ribu lima ratus tan simen dibekalkan oleh Syarikat Semen Libya dan diangkut dalam armada 127 kapal tanki simen ke kilang paip di Brega dan Sarir.

The Man-Made Great River Projek membekalkan air kepada penduduk Libya dan menyediakan air untuk keperluan bandar, industri dan pertanian. Pemerintahan Libya bertanggung jawab dalam mempertingkatkan tahap pengeluaran tanaman dan ternakan ke tahap yang mencapai tahap yang tertinggi membantu diri dan mengurangkan pergantungan pada import dari pasar luar negeri ke tahap serendah mungkin. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produktif tenaga kerja dan pelaburan modal dalam sektor ini, dan pada menghasilkan bahan mentah untuk industri pemprosesan makanan.

ldan padang pasir dan unta


Menurut penulis Ali Baghdadi, "Sungai ini adalah contoh dalam perjuangan untuk mencapai tuntutan keselamatan makanan dan kemerdekaan sejati. Tidak ada bangsa yang bergantung pada negara asing untuk memberi makan rakyatnya bisa bebas .. The Great River adalah kemenangan melawan haus dan lapar Ini adalah kekalahan melawan kebodohan dan keterbelakangan .. Hal ini mencerminkan penentuan Libya untuk melawan tekanan penjajah, untuk mendapatkan teknologi, untuk membangunkan, untuk memperbaiki kehidupan mereka, dan untuk mengawal nasib mereka sendiri sesuai dengan kehendak bebas mereka sendiri. "