Sekadar renungan


Bila Allah cepat makbulkan Doamu, Maka DIA Menyayangimu,

Bila DIA Lambat Makbulkan doamu, Maka DIA Ingin Mengujimu,

Bila DIA Tidak Makbulkan Doamu, Maka Dia Merancang Sesuatu Yang lebih Baik Untukmu.

Oleh itu, Sentiasalah Bersangka Baik Pada ALLAH Dalam Apa Jua Keadaan Pun... Kerana Kasih sayang ALLAH Itu Mendahului KemurkaanNya.

********************************************************

Saat itu, hadir syaitan yang terkuat, sementara si hamba dalam kondisi paling lemah. Siapakah yang selamat?


Ya Allah, jadikanlah amal terbaik kami sebagai penutup amal kami. Jadikanlah umur terbaik kami sebagai akhirnya. Dan jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari kami menjumpai-Mu
.


Sabda Nabi s.a.w ;"...dan sesungguhnya waktu yang paling syaitan dengan manusia adalah disaat kematian (nazak) ","(Riwayat Abu Na'im)" didalam sepotong ayat Mursyal , Nabi s.a.w bersabda dengan membawa maksud ," Saat paling hampir musuh Allah (syaitan) itu dengan manusia ialah dikala terbit rohnya".

ZIKIR HARIAN

HARI AHAD: Ya Hayyu Ya Qayyum ( 1000 X )
HARI ISNIN: La haula wala quwwata illa billa hil 'aliyyil 'a ziim ( 1000 X )
HARI SELASA: Allahumma salli 'ala 'abdika warasulika wanabiyyikal amiina wa'ala alihi wasahbihi wasallim ( 1000 X )
HARI RABU: Astagh firullahal 'a ziim ( 1000 X )
HARI KHAMIS: Subhanallahii 'a ziim , Subhanallahi wabihamdihi ( 1000 X )
HARI JUMAAT: Ya Allah ( 1000 X )
HARI SABTU: La ilaha illallah ( 1000 X )

Sedikit Ilmu untuk dikongsi bersama...



Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Bacaan Surah

.

Followers

Blog ini mengandungi Maklumat dan Koleksi ibadah untuk diri saya . Sekiranya ia baik , kita kongsi bersama , sekiranya ianya tidak baik , elakkanlah. Saya hanya insan biasa yang mencari ilmu selagi hayat dikandung badan...

.

Wednesday, August 21, 2013

"Seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kirinya"

Rosulullah SAW bersabda: ”Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun menciptakan gunung-gunung kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas bumi maka tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk Mu yang lebih kuat dari gunung?” 

Allah berfirman, “Ada yaitu besi”. Lalu mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhlukMu yang lebih kuat dari besi?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu api.”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu angin” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada angin?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kirinya”. Diriwayatkan oleh Imam Ahamad dalam Musnadnya 3/124 dari hadits Anas bin Malik. Berkata Ibnu Hajar, ”Dari hadits Anas dengan sanad yang hasan marfu’” (Al-Fath 2/191).

Sungguh benar orang yang berkata, “Jangan heran kalau engkau melihat seorang yang bisa jalan di atas air, karena syaitan juga bisa berjalan di atas air. Janganlah heran kalau engkau melihat seorang yang berjalan terbang diudara, karena syaitan juga bisa terbang di udara. Tapi heranlah engkau jika engkau melihat seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya namun tangan kirinya tidak mengetahuinya, karena syaitan tidak bersedekah (apalagi dengan ikhlas) (Untaian kalimat ini, penulis tidak mengetahui siapa yang mengucapkannya. Namun penulis pernah mendengarnya dari seorang petugas penjaga mushola dikapal laut, tatkala menyampaikan nasehat pada awak penumpang kapal. Mungkin saja dialah yang mengucapkan perkataan ini pertama kali. Namun bagaimanapun perkataan ini benar maknanya jika ditinjau dari kacamata syar’i, Wallahu A’lam).

Ingat perkataan Ibnul Qoyyim, “Tidaklah akan berkumpul keikhlasan dalam hati bersama rasa senang untuk dipuji dan disanjung dan keinginan untuk memperoleh apa yang ada pada manusia kecuali sebagaimana terkumpulnya air dan api…” (Fawaid Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim, tahqiq Syaikh Ali Hasan, hal 423). Wahai Dzat yang membolak-balikan hati-hati (manusia) tetapkanlah hatiku di atas agamaMu
Allah berfirman, yang artinya:

“Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Baqoroh: 271).

 
( TAFSIR )
 
Berkata Ibnu Kasir dalam Tafsirnya, ”Asalnya isror (amalan secara tersembunyi tanpa diketahui orang lain) adalah lebih afdol dengan dalil ayat ini dan hadits dalam shohihain (Bukhori dan Muslim) dari Abu Huroiroh, beliau berkata: “Berkata Rasulullah : ”Tujuh golongan yang berada dibawah naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, Imam yang adil, dan seorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” Diriwayatkan oleh Al-Bukhori (1423) dan Muslim (2377).
Berkata Imam Nawawi: ”Berkata para Ulama bahwanya penyebutan tangan kanan dan kiri menunjukan kesungguhan dan sangat dismbunyikannya serta tidak diketuhinya sedekah. Perumpamaan dengan kedua tangan tersebut karena dekatnya tangan kanan dengan tangan kiri, dan tangan kanan selalu menyertai tangan kiri. Dan maknanya adalah seandainya tangan kiri itu seorang laki-laki yang terjaga maka dia tidak akan mengetahui apa yang diinfak oleh tangan kanan karena saking disembunyikannya.” (Al-Minhaj 7/122), hal ini juga sebagaimana penjelasan Ibnu Hajr (Al-Fath 2/191).

Kisah Seorang Gadis dan Ibu .

Pada suatu pagi, berlangsungnya satu temuduga di sebuah syarikat yang terkenal di Malaysia.

Semasa menemuduga salah seorang calon, pengurus syarikat tersebut mendapati seorang calon temuduga perempuan mempunyai rekod akademik yang baik sejak dari sekolah menengah sehinggalah sepanjang pengajiannya di universiti. Setiap semester calon tersebut memperoleh keputusan yang cemerlang.

Pengurus itu bertanya, "Adakah awak mendapat apa-apa biasiswa di sekolah atau universiti?"
Gadis itu menjawab "Tidak."

Pengurus itu bertanya lagi, "Jadi adakah ayah awak yang membayar semua yuran pengajian?"
Gadis itu menjawab,"Ayah saya telah meninggal ketika saya berusia satu tahun, ibu saya yang telah membayar semua yuran pengajian saya."

Pengurus meneruskan soalannya, "Ibu awak bekerja di mana?" Gadis itu menjawab,"Ibu saya bekerja sebagai pencuci kain dari rumah ke rumah."

Pengurus meminta gadis tersebut menunjukkan tapak tangannya dan gadis tersebut menunjukkan tapak tangannya yang halus seperti tidak pernah membuat kerja berat.

Pengurus berasa hairan lalu bertanya lagi, "Awak tidak pernah membantu ibu awak mencuci kain dahulu?"

Gadis itu menjawab, "Tidak pernah. Ibu selalu berpesan supaya saya belajar bersungguh-sungguh untuk berjaya dalam kehidupan. Tidak pernah dia meminta saya untuk menolongnya membasuh pakaian. Lagipun ibu membasuh lebih cepat daripada saya."

Pengurus tersebut memberitahu dia mempunyai satu permintaan, dia menyuruh gadis tersebut membantu ibunya membersihkan tangan apabila gadis itu pulang ke rumah nanti dan berjumpa semula dengannya keesokan harinya.

Gadis itu merasakan peluang untuk memperoleh jawatan tersebut semakin tinggi. Dia pulang ke rumah dengan gembira untuk membersikan tangan ibunya.

Di rumah, ibunya berasa pelik tetapi tersentuh dengan keinginan anaknya membersihkan tangannya sambil menghulurkan kedua-dua belah tapak tangan kepada anaknya.

Gadis itu membersihkan tangan ibunya perlahan-lahan. Tanpa disedari air matanya mengalir ketika itu. Inilah kali pertama dia mendapati tangan ibunya begitu kasar dan terdapat banyak calar di tangan ibunya. Kadangkala ibunya mengaduh kesakitan apabila terkena air di tangannya.

Lama-kelamaan gadis itu mula menyedari bahawa tangan ini lah yang bersusah payah membasuh kain setiap hari untuk mendapatkan sedikit wang membiayai pengajiannya di sekolah dan universiti.

Calar-calar itulah harga yang perlu ibunya bayar demi kejayaannya yang cemerlang dan juga demi masa depan seorang anak. Setelah selesai membersihkan tangan ibunya, gadis itu secara senyap-senyap membasuh semua pakaian ibunya yang masih tertinggal.

Keesokkan harinya, gadis itu kembali semula ke pejabat.

Pengurus tersebut menyedari air mata bergenang di mata gadis tersebut lalu dia bertanya : "Apa yang telah awak buat dan pelajari semalam di rumah?"

Gadis itu menjawab : "Saya membersihkan tangan ibu saya dan membasuh semua baki pakaian yang masih tertinggal."

Pengurus itu bertanya lagi, "Apa yang anda rasa?"

Gadis itu menjawab : "Pertama, saya sedar apa itu pengorbanan seorang ibu, tanpa ibu, tiada kejayaan saya pada hari ini. Kedua, dengan bekerja bersama dengan ibu saya sahaja saya dapat belajar dan mengerti betapa sukarnya mendapat sedikit wang untuk hidup. Ketiga, saya tahu betapa pentingnya hubungan kekeluargaan."


Pengurus itu tersenyum lalu berkata, "Ini adalah apa yang saya mahukan, saya ingin mencari pekerja yang dapat menghargai bantuan orang lain, orang yang tahu penderitaan orang lain dan orang yang tidak akan meletakkan wang sebagai perkara utama dalam hidupnya. Awak diterima untuk bekerja di sini."

Gadis itu bekerja dengan tekun dan menerima rasa hormat dari rakan-rakan sekerjanya. Prestasi syarikat juga semakin meningkat.

Pengajaran dari cerita ini adalah kita hendaklah menghargai jasa ibu bapa yang banyak bersusah payah demi masa depan kita sebagai anak-anak.

Ringan-ringankan diri untuk membantu ibu atau ayah melakukan kerja-kerja di rumah. Dari situ, kita akan belajar untuk menghargai kesusahan dan keperitan yang dialami oleh mereka.

Hargailah pengorbanan seorang ibu..

Pray For Gaza



1. Ini Gaza yg keluasannya 3 suku dari bandar Klang.

2. Kirinya Laut dan border berwarna purple adalah tembok setinggi 3 tingkat binaan Zionis. Satu2nya jalan menghubungkan dengan dunia luar adalah melalui Rafah dan terowong2 disitu.

Setelah kejatuhan Presiden Mesir Dr Morsi, pintu Rafah ditutup dan terowong2 dimusnahkan oleh tentera Mesir sendiri. Bantuan untuk Gaza lumpuh 100%. Malam kelmarin wakil dari MAPIM memberitahu dikhabarkan lebih 1000 buah kereta kebal Israel di tempatkan di Rafah. Ini bermakna umat Islam Gaza telah terkepung dan pada bila-bila masa sahaja mereka akan diratah oleh Zionis.

Mungkin inilah antara agenda mereka menggulingkan Dr Morsi. 

Saya hanya menyampaikan apa yang telah disampaikan pada saya dan jemaah yang lain oleh wakil MAPIM tentang amanat Perdana Menteri Palestin. "Kami tidak meminta kamu datang bersama2 kami mengangkat senjata kerana kami sentiasa bersedia disini utk mempertahankan tanah umat Islam,tetapi kami hanya meminta dari kamu doa kerana doa lah senjata paling hebat yg tidak ada pada org kafir. Selain itu bantulah apa saja yg kamu termampu dan tolong sebarkan tentang kami kepada semua umat Islam kerana kami terkepung utk memberitahu kepada dunia".

Jika itu juga tidak mampu kamu lakukan bagaimana kamu ingin menjawab dihadapan Allah kelak ?".


Perjuangan Saddam & Hitler


Dulu SADDAM membunuh rakyatnya dikalangan Syiah sebab dia tahu apa Syiah akan buat masa akan datang...tapi dunia tidak tahu maka SADDAM dianggap kejam dan diperangi, kini baru kita sedar siapa Syiah.

Dulu HITLER membunuh dan menyembelih kaum Yahudi...sebab dia tahu apa Yahudi akan buat masa akan datang..tapi dunia tidak tahu maka HITLER dianggap kejam dan diperangi, kini baru kita sedar siapa Yahudi


 

Sebagai Iktibar Kepada Ibu Bapa (kalau ianya benar benar berlaku)

September 2, 2001

Mukadimah

WAN NOOR HAYATI WAN ALIAS adalah seorang anak yatim miskin dari Kota Bharu, Kelantan. Dia baru berusia 22 tahun tetapi telah melalui liku-liku kehidupan yang menyedihkan.

Kedua-dua ibu bapanya sudah pun meninggal dunia, dan kerana latar belakang itu apabila dia melanjutkan pelajaran ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di Skudai pada tahun 1998, dia menjadikan pertubuhan pelajar Islam di UTM sebagai tempat berlindung.

Malangnya tanpa disedari, dia telah terjebak dalam satu gerakan bawah tanah yang sistematik oleh para penyokong parti pembangkang di universiti itu untuk menanamkan kebencian pelajar Melayu-Islam terhadap kerajaan.

Melalui kaedah brainwash dan ugutan dalam sesi usrah dan tamrin, Wan Noor Hayati dipujuk untuk menentang kerajaan, diapi-apikan perasaan marahnya terhadap UMNO dan akhirnya dia terlibat membantu parti-parti pembangkang berkempen dalam pilihan raya umum 1999.

Dalam interviu dengan wartawan BAHAROM MAHUSIN, gadis yang hidup sebatang kara itu meluahkan kekesalannya. Dia gagal dalam pelajarannya di UTM. “Hidup saya telah dianiayai oleh gerakan bawah tanah ini,” katanya.

Mingguan: Apakah latar belakang saudari sebelum terpedaya dengan gerakan sulit penyokong pembangkang di universiti?

WAN NOOR HAYATI: Saya menerima tawaran memasuki UTM pada tahun 1998. Saya adalah anak yatim piatu. Saya telah kematian ayah sejak tahun 1993.

Pada bulan Jun tahun 1998 ketika saya baru beberapa minggu di universiti, ibu saya pula meninggal dunia. Ini menjadikan saya hidup sebatang kara.

Ketika saya baru memasuki UTM, saya telah mendaftarkan diri menyertai Persatuan Mahasiswa Islam. Saya kira wajarlah saya masuk persatuan itu sebab namanya Islam dan saya pun orang Islam.

Saya masuk persatuan itu dengan matlamat hendak membina diri saya sebagai seorang Islam yang lebih baik. Sebelum itu saya tidak tahu apa-apa mengenai apa yang berada di sebalik tabir Persatuan Mahasiswa Islam ini.

Yang saya tahu moto persatuan itu ialah membantu membimbing orang Islam. Oleh kerana latar belakang saya sebagai pelajar baru yang yatim piatu, saya telah diambil sebagai anak usrah persatuan berkenaan.

Kenapa saudari diambil sebagai anak usrah?

WAN NOOR HAYATI: Pada masa itu mereka menganggap saya sebagai anak usrah yang bermasalah. Saya tidak mempunyai ibu bapa dan tempat tinggal yang tidak menentu. Saya cuma tinggal di dalam kampus. Kebajikan saya tidak terjaga dan saya kesempitan wang kerana pada awal kemasukan saya ke UTM, saya tidak mendapat pinjaman.

Cuma selepas dua bulan barulah saya memperoleh pinjaman. Keadaan itu memberikan saya bermacam-macam tekanan. Saya pun terasa terhutang budi dengan persatuan itu kerana mereka telah memberikan saya seorang kakak angkat yang selalu ambil tahu fasal saya.

Kakak angkat itu berada dalam tahun berapa di UTM?

WAN NOOR HAYATI: Pada masa itu dia belajar di tahun empat dalam jurusan kejuruteraan mekanikal. Dia jaga saya dengan baik. Dia memakai tudung labuh, pakaiannya bersopan. Apa yang disampaikannya kepada saya lengkap dengan hujah hadis dan al-Quran, dan ini mendorong saya untuk bergiat aktif dalam persatuan itu.

Tambahan pula pada masa itu saya telah tidak ada ibu bapa. Saya tiada benda hendak dibuat. Dengan itu saya menghabiskan masa saya dengan persatuan itu yang saya fikir dapat membantu saya.

Selepas itu saya lihat mereka ambil anak-anak usrah yang bermasalah. Semua anak usrah itu berbangsa Melayu, beragama Islam, mereka yang ada masalah akademik dan sosial, mereka yang dulu jahat sekarang hendak jadi baik, mereka yang ada masalah peribadi dan keluarga.

Saya lihat orang yang ada masalah seperti saya mereka ambil kerana mereka fikir mereka boleh makan kami untuk berkhidmat dan memberi komitmen kepada persatuan itu bagi satu gerakan sulit lain. Waktu itu saya tidak tahu lagi dan belum didedahkan dengan gerakan sulit yang dipanggil Hizbi Islami itu yang merupakan sebuah gerakan bawah tanah tidak berdaftar yang berada di belakang persatuan berkenaan.

Gerakan itu menjalankan tamrin-tamrin untuk mempengaruhi pelajar. Ada lima tamrin yang dilaksanakan secara berperingkat. Saya sempat menyertai tiga daripadanya.

Apakah yang berlaku dalam tamrin-tamrin tersebut?

WAN NOOR HAYATI: Sebagai anak usrah yang berada dalam tahun satu UTM pada tahun 1998, saya diminta menyertai tamrin-tamrin itu. Melalui tamrin itu, mereka hendak tunjukkan kepada kita fikrah-fikrah yang terdapat di Malaysia. Fikrah itu adalah mengenai pegangan parti-parti politik yang mesti kita ikuti.

Semasa di dalam ceramah atau perbincangan tamrin, adakah disentuh soal politik?

WAN NOOR HAYATI: Ya, memang disentuh tetapi kita tidak nampak kerana ia disentuh secara halus. Baru sekarang saya sedar, rupa-rupanya mereka memang banyak selitkan benda itu. Mereka mempengaruhi kita mengenai politik secara psikologi dengan mengatakan wadah perjuangan Islam itu adalah perjuangan kerana Allah dan ia mesti diletakkan di tempat teratas.

Dalam tamrin itu, penganjur-penganjurnya menggambarkan musuh orang Islam adalah orang Islam sendiri dan musuh orang Melayu adalah orang Melayu sendiri. Mereka bariskan jemaah dan fikrah yang harus dipilih seperti ABIM, JIM, Pas, UMNO.

Maknanya mereka cuba menunjukkan kebaikan dan keburukan setiap jemaah itu untuk pelajar-pelajar yang terlibat dalam tamrin memilih?

WAN NOOR HAYATI: Ya. Mengenai UMNO, mereka cuba tunjukkan UMNO sejahat yang mungkin. Mereka kata bahawa UMNO suka bina bangunan yang besar tetapi lupa kepada rakyat yang miskin.

Inilah rupa UMNO yang mereka tunjukkan. Manakala Pas pula mereka gambarkan sebagai wadah Islam yang menggunakan al-Quran, berpegang kepada prinsip Islam dan hukum hudud. Mereka kata hukum Islam itu patut diletakkan di tempat yang atas; mereka tunjukkan seolah-olah Pas itu sahaja yang baik. Pertubuhan-pertubuhan Islam lain dianggap sebagai berada pada peringkat pertengahan seperti JIM dan ABIM.

Berapa besar kumpulan tamrin yang saudari sertai?

WAN NOOR HAYATI: Amat besar sebab dalam tamrin yang saya hadiri pada tahun pertama, mereka mengambil beberapa ratus orang pelajar dan lebih 80 peratus daripada pelajar itu adalah penuntut tahun pertama.

Bagaimanakah aktiviti tamrin itu dijalankan di UTM?

WAN NOOR HAYATI: Setiap aktiviti gerakan sulit itu telah diluluskan oleh Bahagian Hal Ehwal Pelajar (HEP) UTM.

Semasa kertas kerja program itu dibentangkan, semuanya memang elok, jadi HEP luluskan sahaja dan beri peruntukan untuk melaksanakan program berkenaan. Tetapi apabila program itu dijalankan, semuanya berubah dari segi tempat dan waktu.

Pada tahun 1998, tamrin pertama yang saya sertai yang dinamakan Tamrin Jelas Fikrah diadakan di luar universiti.

Kami disuruh pergi ke satu tempat yang dirahsiakan pada waktu malam selepas sembahyang isyak dengan bas UTM. Kami tidak tahu ke mana kami dibawa dan kami tidak dibenarkan bertanya. Kami hanya naik bas dan dibawa tanpa kami tahu arah tujuan.

Sampai sekarang saudari tidak tahu ke mana tempat saudari dibawa dalam Tamrin Jelas Fikrah?

WAN NOOR HAYATI: Saya tidak tahu. Cuma yang saya pasti ialah tempatnya macam ladang kelapa sawit, kadang-kadang ia macam berdekatan dengan laut. Gambaran yang saya dapat ialah tamrin pertama yang saya sertai pada tahun 1998 dibuat di sebuah madrasah dalam sebuah kawasan kebun kelapa sawit.

Berapa jam perjalanan ke tempat itu?

WAN NOOR HAYATI: Agaknya dua tiga jam. Kami berkumpul semasa sembahyang maghrib dan bertolak selepas isyak. Apabila kami sampai ke tempat itu menjelang tengah malam, kami terpaksa berjalan kaki masuk ke dalam hutan.

Berapa jauh saudari dan rakan-rakan berjalan kaki dari jalan besar?

WAN NOOR HAYATI: Agak-agaknya dalam dua kilometer.

Di kiri kanan, apa yang saudari nampak?

WAN NOOR HAYATI: Pokok-pokok kelapa sawit, dan tempatnya saya tidak pasti. Tetapi saya rasa ia terletak berdekatan dengan hutan kerana saya dengar mereka hendak tamrin itu dibuat dengan cara ala komando. Saya pernah dengar ia dibuat di Kota Tinggi dan Mersing, tetapi saya tidak tahu di mana tempatnya.

Sepanjang perjalanan, adakah saudari dapat lihat sebarang penunjuk jalan?

WAN NOOR HAYATI: Tidak ada. Perjalanan dibuat pada waktu malam. Apabila sampai, kami terus turun dari bas. Mereka letakkan kami di kawasan pedalaman bagi memastikan kami tidak tahu di mana tempat tamrin itu berlangsung.

Modul-modul yang diberi semasa tamrin juga diambil semula. Kami tidak dibenarkan menyimpan apa-apa dokumen. Saya dapat tahu kemudian bahawa ia dibuat begitu supaya rahsia boleh dijaga. Sebelum kami keluar dari tempat itu, yang juga dibuat pada waktu malam, kami dipaksa bersumpah memilih sebuah parti politik dengan menyebut nama Allah.

Saudari memilih untuk berpegang kepada parti itu kerana terpaksa atau dengan kerelaan sendiri?

WAN NOOR HAYATI: Saya terpaksa kerana semasa tamrin, parti itu sahaja yang ditunjukkan kepada kami sebagai baik. Saya dan para pelajar tahun pertama lain menjadi keliru. Kami takut dan terpaksa membiarkan kami dibrainwash.

Berapa hari saudari berada di sana?

WAN NOOR HAYATI: Saya berada di sana selama tiga hari dua malam. Pada malam terakhir kami berpuasa dan menjalankan aktiviti ala komando.

Waktu itu mereka kata mereka hendak bekalkan kami dengan senjata kerana ada orang memberi syarahan mengatakan umat Islam di Ambon, Indonesia dibunuh kerana orang Islam tidak pandai mengendalikan senjata.

Selama di sana mereka mengawal kami secara psikologi. Waktu itu kami banyak bertanya soalan tetapi mereka seolah-olah tidak menjawabnya. Mereka meninggalkan kami dalam keadaan keliru. Kami bersumpah di sana untuk menyokong perjuangan Islam gerakan sulit itu dengan nama Allah.

Berapa ramai yang bersumpah?

WAN NOOR HAYATI: Ramai, kami bersumpah di hadapan barisan pemimpin gerakan itu yang kami tidak diberitahu siapa nama mereka. Cuma yang kami tahu ialah mereka orang luar.

Mereka orang muda atau orang tua?

WAN NOOR HAYATI: Mereka berusia dalam lingkungan 30-an dan 40-an tapi saya percaya mereka kebanyakannya adalah bekas pelajar universiti atau pelajar tahun akhir.

Bagaimana perwatakan mereka?

WAN NOOR HAYATI: Semuanya baik. Wanitanya bertudung labuh dengan pakaian berwarna gelap dan lelakinya pula berkopiah. Kami tidak diberitahu siapa penceramah yang datang dan identiti mereka. Selepas bersumpah, kami diletakkan kononnya di satu tempat rahsia. Maknanya kalau kami bocorkan tempat rahsia itu bermakna kami tidak taat dan kami akan ditimpakan bala oleh Allah.

Jadi perasaan takut terhadap apa yang akan diturunkan oleh Allah telah wujud dalam diri kami. Saya difahamkan kemudian bahawa semasa dibentangkan kepada HEP UTM, majlis itu dinamakan Seminar Pemantapan Akidah tetapi apabila dilaksanakan, ia telah menjadi satu program lain.

Daripada beratus-ratus orang pelajar baru yang mengikuti Tamrin Jelas Fikrah tadi, apa yang terjadi kepada mereka apabila mereka kembali ke kampus?

WAN NOOR HAYATI: Ada yang menarik diri terus daripada Persatuan Mahasiswa Islam. Mungkin pegangan mereka masih kuat lagi dan masalah mereka tidak seteruk yang lain. Mereka mungkin masih lagi mampu berfikir secara rasional.

Bagaimanapun, dalam kes saya dan beberapa pelajar lain yang menjadi pengikut kuat, kami tidak ada tempat bergantung. Jadi saya terus terlibat secara tidak sedar dalam Persatuan Mahasiswa Islam.

Apakah yang berlaku selepas itu?

WAN NOOR HAYATI: Sesuatu yang aneh selepas tamrin pertama ialah kami seolah-olah telah diberi suntikan fikiran supaya memegang rahsia gerakan. Kami cuma bertemu seminggu sekali. Tidak lama kemudian, saya dipanggil sekali lagi untuk menyertai tamrin peringkat kedua yang dinamakan Tamrin Walaq. Walaq bermakna ketaatan kepada pemimpin.

Berapa lama jarak tempoh antara Tamrin Jelas Fikrah dan Tamrin Walaq?

Tamrin Jelas Fikrah http://arkib.al-fikrah.net/index.php?name=Forums&file=viewtopic&p=89895

WAN NOOR HAYATI: Ia dibuat pada cuti semester.


Di manakah tempatnya kali ini?

WAN NOOR HAYATI: Tempatnya berlainan tetapi cara dan bila kami bertolak dan cara identiti tempat itu disembunyikan adalah sama. Kali ini tempatnya adalah kawasan pantai. Saya tidak tahu di mana, mungkin di Mersing.

Apabila saya menerima surat jemputan itu, saya cuba mengelak kerana saya ada ujian. Saya juga berasa marah kerana mereka asyik memilih saya sedangkan pada waktu itu saya sedang cuba menyesuaikan diri dengan keadaan ketiadaan ibu bapa, tetapi mereka datang ke bilik saya mengajak saya secara halus dengan mengatakan kita berjuang kerana Allah dan Allah pasti akan membalasnya.

Oleh kerana mengenangkan jasa kakak angkat saya, dan diberitahu kononnya majlis itu dinamakan Kem Penghayatan Islam, maka saya pun pergi.

Apabila sampai di sana baru saya tahu majlis itu dipanggil Tamrin Walaq yang tujuannya untuk membina kesetiaan kami. Selepas tamrin itu, mereka menanamkan pada kami cara menjaga rahsia. Para peserta yang tidak dapat menjaga rahsia akan direndam dalam air laut. Saya sendiri telah direndam selama hampir tiga jam dari pukul 3 pagi hingga pukul 5.30 pagi.

Mengapakah saudari direndam?

WAN NOOR HAYATI: Dalam satu aktiviti tamrin yang dijalankan, kami kena sampaikan mesej tertentu kepada amirah (ketua wanita) tapi kami tidak diberitahu siapa amirah itu. Dalam aktiviti itu mereka wujudkan beberapa pengacau bagi mengelirukan amirah yang sebenar. Jadi kerana terkeliru, kami mendedahkan rahsia mesej itu kepada amirah yang salah.

Kerana seorang ahli tidak dapat menjaga rahsia, kumpulan saya seramai 30 orang semuanya telah direndam dalam air laut.

Berapa ramai yang terlibat dengan tamrin kali kedua ini?

WAN NOOR HAYATI: Pelajar perempuan ada kira-kira 30 orang. Jumlahnya lebih kecil selepas tamrin kali pertama kerana mereka telah membuat tapisan ke atas siapa yang mereka boleh percayai.

Apa terjadi kepada pelajar yang mengikuti Tamrin Walaq apabila mereka balik ke kampus?

WAN NOOR HAYATI: Kami lebih taat kepada pemimpin tanpa usul periksa. Contohnya saya sendiri telah diarahkan untuk membuat kerja-kerja membantu parti pembangkang dalam pilihan raya umum bulan November 1999 di Batu Pahat, Rengit, Kluang dan Mersing.

Dua bulan sebelum pilihan raya umum itu, saya telah pun menghadiri satu taklimat pilihan raya di sebuah markas parti politik di Pulai, Johor.

Ketika itu saudari berada pada tahun berapa pengajian?

WAN NOOR HAYATI: Saya berada pada tahun kedua. Waktu itu pelajaran saya amat merosot kerana terlalu menumpukan kepada gerakan itu. Keputusan saya dalam peperiksaan bulan Disember 1999 iaitu selepas pilihan raya umum itu amat-amat teruk. Ketika itu saya betul-betul terbeban.

Apakah yang dibebankan?

WAN NOOR HAYATI: Saya terbeban kerana saya telah dilatih menerima arahan tanpa merungut. Saya seolah-olah telah menjadi seperti komputer yang diprogramkan dan motonya adalah berjuang kerana Allah. Hanya selepas itu baru saya tahu bahawa saya secara diam-diam telah terlibat dalam satu gerakan sulit yang dinamakan Hizbi Islami.

Berapa kerap perjumpaan Hizbi Islami itu dibuat?

WAN NOOR HAYATI: Perjumpaan sulit Hizbi Islami dibuat setiap minggu di aras bawah masjid UTM untuk membincangkan isu-isu gerakan. Misalnya, bagaimana hendak tarik pelajar-pelajar lain masuk Hizbi Islami, bagaimana mengatasi masalah pelajar yang cuba menarik diri daripada taat kepada Hizbi Islami. Saya telah jadi teramat takut. Setiap minggu kami dibrainwash dalam perjumpaan itu. Saya adalah bendahari Lujnah Ekonomi Hizbi Islami UTM.

Adakah pihak universiti tahu aktiviti itu?

WAN NOOR HAYATI: Saya rasa mereka tahu atau mereka buat-buat tidak tahu. Gerakan ini sudah lama bertapak, saya fikir sudah lebih daripada 10 tahun memandangkan Hizbi Islami sudah mempunyai barisan pelapis.

Daripada penglibatan dalam Hizbi Islami inilah, pemilihan seseorang dibuat untuk bertanding dalam pilihan raya universiti dan menentukan siapa yang bakal menjadi pemimpin persatuan-persatuan pelajar Islam.

Mengenai kerja-kerja semasa pilihan raya umum 1999, bolehkah saudari jelaskan apa yang saudari lakukan?

WAN NOOR HAYATI: Saya melakukan kerja-kerja menaip teks-teks propaganda pembangkang, merentang kain sepanduk, memeriksa daftar pemilih menggunakan komputer, berkunjung dari rumah ke rumah dan melakukan kerja-kerja lain.

Berapa ramai pelajar UTM terlibat?

WAN NOOR HAYATI: Saya tidak pasti kerana kami diarahkan pergi ke tempat-tempat yang berlainan.

Apakah perbezaan antara Persatuan Mahasiswa Islam dan Hizbi Islami?

WAN NOOR HAYATI: Mereka adalah daripada kumpulan yang sama tetapi ada di kalangan mereka yang bergerak dalam Persatuan Mahasiswa Islam tidak tahu kewujudan Hizbi Islami.

Maklumat-maklumat yang saya terima ialah kebanyakan pelajar universiti yang ditangkap dalam mana-mana demonstrasi di seluruh Malaysia adalah anggota PMI dan Hizbi Islami.

Bagaimana saudari tahu tentang Hizbi Islami?

WAN NOOR HAYATI: Selepas Tamrin Walaq berakhir, mereka berusaha menyediakan barisan pelajar yang bakal bertanding dalam pilihan raya kampus UTM. Dalam pilihan raya pelajar itu, kami diarahkan supaya menyokong calon-calon kumpulan Barisan Alternatif (BA) dalam pilihan raya kampus dan bukannya calon-calon mahasiswa yang menyokong kerajaan dan UMNO.

Semasa pilihan raya umum 1999, adakah saudari sedar apa yang saudari lakukan?

WAN NOOR HAYATI: Saya tidak pasti tentang apa yang saya buat tetapi saya tidak boleh tanya apa-apa kepada mereka. Kami hanya pengikut. Kami telah menjadi manusia yang diprogramkan.

Ketika itu kalau diletakkan pedang di leher kami pun kami tidak takut kerana kami diajar bahawa kalau kami mati semasa membuat kerja-kerja itu, kematian kami itu nanti adalah mati syahid.

Sesetengah kami juga diajar menipu ibu bapa dengan tidak memberitahu mereka kami pergi membantu kempen pilihan raya.

Semasa kempen pilihan raya itu, kami tidak dibenarkan memakai tudung labuh seperti semasa di universiti. Kami diminta memakai baju kurung berwarna-warni dan bertudung biasa kerana menurut orang yang membawa kami ke sana, jika kami berpakaian tudung labuh, kami sukar diterima umum.
Kami dibolehkan berpakaian sedemikian hanya pada waktu pilihan raya untuk tujuan penyamaran.

Semasa dalam kempen itu, adakah saudari berjumpa dengan mana-mana pemimpin pembangkang?

WAN NOOR HAYATI: Ya, saya ada berjumpa dengan calon wakil rakyat pembangkang di sebuah kawasan Dewan Undangan Negeri tetapi dia tidak tahu siapa kami. Kami juga diminta menjaga rahsia dan taat dengan tidak mendedahkan identiti kami.

Kuasa baiah yang kami buat semasa tamrin dulu begitu kuat hingga kami sanggup menipu kononnya untuk jihad.

Apa yang berlaku selepas saudari balik ke universiti apabila pilihan raya umum 1999 selesai?

WAN NOOR HAYATI: Kami melakukan aktiviti mingguan seperti selalu dan memikirkan program-program untuk menarik pelajar baru meneruskan perjuangan Hizbi Islami.

Hizbi Islami ini bukan organisasi formal dan ia tidak diketahui ramai. Adakah ia sebuah pertubuhan yang besar?

WAN NOOR HAYATI: Ia tidak besar dari segi aktivis tetapi mempunyai pengaruh yang kuat ke atas program agama di kampus dan ke atas pertubuhan-pertubuhan pelajar Islam peringkat universiti dan kebangsaan.

Apakah yang Hizbi Islami lakukan bagi menarik pelajar-pelajar menerima ideologinya?

WAN NOOR HAYATI: Ia dibuat melalui matlamat perjuangannya menentang UMNO dan berjuang bagi membantu parti pembangkang tertentu tetapi mereka tidak menggunakan nama parti itu dalam kempen-kempen di universiti.

Bilakah saudari keluar daripada Hizbi Islami?

WAN NOOR HAYATI: Pada akhir bulan Mac tahun 2000, kira-kira empat bulan selepas pilihan raya umum 1999 berakhir. Ketika itu saya sudah hampir-hampir gagal dalam peperiksaan saya di UTM. Saya telah dipulihkan oleh seorang juru kaunseling di UTM. Selepas itu saya diajak semula memasuki Hizbi Islami tetapi saya tidak mahu dan saya menerima banyak ugutan, pujukan dan panggilan telefon. Mereka ugut saya dengan berkata saya akan diturunkan bala oleh Allah kerana saya tidak taat lagi kepada mereka.

Adakah saudari berani bertanggungjawab atas semua yang saudari ceritakan kepada saya ini?
WAN NOOR HAYATI: Saya berani demi kebaikan anak bangsa saya sendiri.

Apakah yang saudari paling bimbangkan dengan gerakan sulit ini? Apa akan terjadi jika ia dibiarkan?

WAN NOOR HAYATI: Pelapis-pelapis gerakan ini apabila mereka keluar nanti akan menjadi pemimpin yang boleh membuat huru-hara seperti di Ambon. Mereka boleh membunuh sesama sendiri seperti di Afghanistan. Mereka akan jadi radikal dan terlibat dalam kumpulan ekstremis.

Kenapa kerajaan patut berbuat sesuatu untuk membanteras gerakan sulit ini?

WAN NOOR HAYATI: Saya takut jika satu tindakan tegas tidak dilakukan, masa depan golongan muda Melayu-Islam di negara ini akan dihancurkan sedangkan merekalah yang akan memimpin negara pada masa depan. Bayangkan apa yang bakal terjadi jika mereka telah dibrainwashkan sejak mereka di universiti.

Apakah nasihat saudari kepada pelajar-pelajar universiti?

WAN NOOR HAYATI: Mereka patut berhati-hati dalam membuat pilihan semasa mula-mula masuk universiti. Saya menasihatkan mereka supaya berfikir secara rasional. Jangan jadi mangsa seperti saya sehingga pelajaran saya terbengkalai.

Gerakan mereka ini dibuat secara sulit, terancang tetapi tidak secara terang-terangan. Benda yang tidak dibuat secara terang-terangan biasanya mengandungi kejahatan.

Zikir


Amalan tak memerlukan seseorang berwuduk, menutup aurat dan batas waktu

PENGARANG kitab Shafwah al-Shafwah menceritakan seorang ahli ibadah melihat seekor burung yang selalu membawa sepotong daging setiap hari. Burung itu hinggap di atas pokok kurma.

Ahli ibadah itu hairan kerana tidak ada seekor burung pun yang mempunyai sarang di situ.

Beliau berkata: "Saya memanjat pokok itu dan melihat di sana ada seekor ular buta. Setiap kali burung itu mendekatinya, ia pun bersuara, lalu ular itu membuka mulutnya, sang burung meletakkan sepotong daging itu ke mulut ular dan kemudian terbang. Perbuatan itu dilakukannya setiap hari."

Kisah berkenaan mengajar kita bahawa kemuliaan itu terletak pada seberapa besar manfaat yang boleh diberikan kepada orang lain, manakala, kehinaan itu kerana mensia-siakan potensi dan kekuatan jasmani dan rohani yang Allah kurniakan kepada kita.

Haiwan bekerja mencari makanan tanpa tangan dan kaki yang sempurna. Tetapi, manusia masih lagi diulit mimpi angan-angan yang panjang.

Haiwan dan alam semesta semua berzikir kepada Allah, tetapi manusia sibuk melupakan Allah.

Allah berfirman menyeru kepada orang yang mengaku beriman bermaksud: "Bekerjalah kamu, nescaya Allah dan rasul-Nya serta orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (Surah al-Taubah, ayat 105)

Bekerja adalah ibadat. Bahkan, nafkah yang dihulurkan kepada ahli keluarga adalah sedekah yang paling utama. Tetapi, sifat malas sering timbul ketika melakukan jihad ini. Ia sentiasa hadir dalam kehidupan pekerja yang beriman.

Di manakah kelemahannya hingga semangat bertempur untuk mendapatkan keuntungan dunia yang halal itu menjadi kendur?

Rasulullah SAW bersabda maksudnya: "Jika datang hari kiamat dan di tangan seorang daripada kamu ada satu bijian tanaman, maka jika dia mampu menanamnya, hendaklah dia melakukannya." (Hadis riwayat al-Bukhari dan Ahmad)

Semangat kerja Nabi Idris patut dicontohi. Baginda adalah seorang tukang jahit yang mencari nafkah dengan hasil usaha tangannya sendiri.

Pada suatu hari, Allah berfirman bermaksud: "Wahai Idris, tahukah kamu mengapa Aku mengangkat darjatmu hingga ke tempat yang sangat tinggi? Seperti firman Allah bermaksud: "Dan kami mengangkatnya ke kedudukan yang tertinggi." (Surah Maryam, ayat 57).

Nabi Idris menjawab: "Saya tidak tahu wahai Tuhanku." Allah berfirman: "Setiap hari amalanmu terangkat ke sisi-Ku seperti setengah amalan penduduk dunia ini kerana kamu banyak berzikir.

Allah berfirman yang maksudnya: "Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang soleh." (Surah Fatir, ayat 10)

Demikianlah keutamaan Nabi Idris kerana setiap kali baginda menusukkan jarumnya, pasti kalimah zikrullah yang empat diucapkan iaitu Subhanallah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, wa Allahu Akbar.

Pekerjaan yang dilakukan sambil berzikir sungguh berat timbangannya di sisi Allah dan boleh menyuntikkan semangat untuk berjaya semata-mata kerana keredaan Allah.

Zikir adalah amalan yang paling mudah dan ringan tetapi amat berat pahalanya. Syaikh al-Islam al-Imam Ibnu Taimiyah dalam kitab agungnya, Majmu' al-Fatawa menyatakan � amalan yang paling utama selepas amalan yang fardu adalah zikrullah.

Dalam hadis sahih riwayat al-Imam Ahmad dan at-Tirmizi, Rasulullah SAW bersabda: "Mahukah kamu aku tunjukkan amalan paling utama dan yang paling bersih di sisi Allah? Lebih baik daripada kamu bertemu dengan musuh-musuhmu, lalu kamu memenggal leher mereka dan mereka juga memenggal leher-lehermu?" Sahabat menjawab: "Tentu wahai Rasulullah SAW." Rasulullah SAW bersabda: "Zikrullah."

Demikianlah zikir yang dilakukan. Ia tidak memerlukan wuduk atau menutup aurat.

Ia tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Di mana dan bila-bila saja dan dalam keadaan apa pun, ibadat ini boleh dilakukan. Sungguh senang tetapi ramai manusia yang meninggalkannya.

Al-Imam Ibnu al-Qayyim menyatakan: "Baginda memberi petunjuk supaya berzikir dalam setiap ucapan, tindakan, tarikan nafas, kala berdiri, duduk dan berbaring, gerak geri baginda adalah zikir kepada Allah."

Rasulullah SAW adalah seorang manusia yang paling sibuk dengan dunianya dan paling bersedia untuk bekalan akhiratnya.

Baginda adalah ketua negara yang amanah, mahaguru yang dihormati, pakar motivasi, jeneral perang dan penganalisis politik yang hebat. Rasulullah SAW juga ketua rumah tangga yang adil, pendakwah yang karismatik, ayah penyayang dan saudara lelaki penyantun.

Seluruh masa dan tenaga dikerahkan untuk memastikan mereka yang hidup di sisi Baginda mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.

Begitu juga dengan kita yang memenuhi hari-hari dengan kerja dan zikrullah, pastikanlah ia tidak terhenti kecuali kedua-dua kaki ini sampai di pintu kenikmatan tertinggi, syurga abadi!

INTI PATI

Berkat berzikir

Bekerja adalah ibadat kerana nafkah yang dihulurkan kepada ahli keluarga adalah sedekah paling utama.
Ia tidak memerlukan wuduk atau menutup aurat malah tidak dibatasi waktu atau tempat.

Haiwan dan alam semesta berzikir kepada Allah. 


Dr Juanda.

Tuesday, August 20, 2013

Pada tubuh manusia terdapat kediaman syaitan

Abi Ishak Ibrahim berkata :
1- Seseorang tidak akan dapat menikmati kelazatan menyembah Allah SWT jika tidak membuang rasa lazat terhadap perkara keduniaan.
2- Kediaman syaitan itu di dalam darah manusia.
3- Orang yang mencari nafkah secara haram, Allah SWT tidak akan menerima doanya.
4- Kemuliaan itu bukan terletak pada pakaian yang cantik tetapi kemuliaan itu terletak pada Mengingati Allah SWT dan mematuhi ArahanNya.
5- Mereka yang mengejar kebendaan dunia dan pangkat kemuliaan serta menghabiskan masa dengan menghiasi diri adalah orang telah mati Kerohaniannya.
6- Orang yang sentiasa mengkaji Al-Quran akan sentiasa dilimpahi Kurniaan Allah SWT.
7- Mereka yang mencintai Allah SWT tidak akan kahwin dengan wanita melainkan kerana menerima Arahan Allah SWT.
8- Solat di malam hari amat memberi kesan kepada orang mukmin walaupun hanya dikerjakan sedikit sahaja.
Rujukan :
Kitab Tazkirah Awliya’. m/s : 147-148.

Adab Baik Akhlak Cantik

utusan.com


DALAM mengejar kemajuan, adab sangat dipentingkan kerana orang yang beradab adalah orang yang sentiasa mementingkan budi bahasa dan tatasusila sebagai orang yang beradab. Kita sering mendidik kanak-kanak dan remaja supaya beradab tetapi orang tua tidak pula beradab dalam berkata-kata dan perlakuan yang ditunjukkan.

Islam amat menekankan pendidikan adab kepada anak-anak dan juga dalam kalangan keluarga. Islam menetapkan beberapa adab seperti adab berhias diri, adab menjaga orang sakit, adab amar makruf nahi mungkar, adab di tempat rekreasi, adab menjaga kemudahan awam, adab menziarahi jenazah dan adab dalam pergaulan seharian.

Sebagai ibu bapa pendidikan adab terhadap anak-anak sengat penting. Ibu bapa mestilah menunjukkan adab dan teladan yang baik. Begitulah seperti kata peribahasa, seperti ketam mengajar anaknya berjalan betul, sedangkan ibu atau bapa ketam tak pernah berjalan betul. Ada ibu bapa melarang anaknya merokok, sedangkan mereka sendiri adalah perokok tegar. Bagaimanakah nasihat dan teladan hendak diterapkan kepada anak-anak? Jawapannya terletak kepada kebijaksanaan ibu bapa tersebut.

Memetik kata-kata cerdik pandai, adab yang baik adalah seni untuk membuatkan orang berasa selesa berhubung dengan kita. Sesiapa yang menyebabkan paling sedikit orang berasa tidak selesa, dialah baka yang terbaik dalam kumpulan itu.

Ingatlah kehebatan adab terutama adab yang baik yang ditunjukkan oleh seseorang kepada orang lain. Orang yang beradab sentiasa menjaga percakapan, bicara dan perlakuannya di mana sahaja dia berada sama ada keseorangan atau di khalayak ramai.

Nabi SAW bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya seorang mukmin mengambil (melaksanakan) adab daripada Allah. Kalau Allah meluaskan adab baginya, maka akan luas adabnya dan menyempitkannya (menahan dan tidak memberinya adab) maka sempitlah adabnya." (riwayat Al Hakim).

Begitulah juga kita seharusnya menjaga adab dengan pemimpin, ibu bapa, guru dan orang yang lebih tua. Begitu juga kita wajar mempamerkan adab yang baik kepada kanak-kanak dan orang yang lebih muda sebagai teladan dan ikutan kepada mereka.
Sebagai renungan, Wahab Munabin pernah mengingatkan, adab dan akhlak yang buruk seperti tembikar yang sudah pecah. Tidak dapat dilekatkan lagi dan tidak dapat dikembalikan menjadi tanah. Begitu jugalah manusia yang tidak beradab dan berakhlak diumpamakan seperti tembikar yang pecah.

Ini membuktikan adab dan akhlak sangat penting dalam kehidupan, jika adab dan akhlak kita rosak dan tercemar sukar sekali untuk memperbaikinya. Orang akan ingat selama-lamanya akan perbuatan yang kita lakukan yang merosakkan adab dan akhlak. Nabi SAW bersabda: Yang muda mendahului memberi salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk dan yang berjumlah sedikit kepada yang banyak. (riwayat Bukhari)

Kesempurnaan budi dan adab sangat dipentingkan dalam kehidupan. Kata-kata yang lemah lembut dan beradab adalah inti peradaban kepada bangsa. Adab dan sopan juga adalah kecantikan budi pekerti yang terpuji yang sangat disanjung sejak dahulu hingga sekarang. Menurut Al Bukhari, Nabi SAW lebih malu daripada seorang gadis dalam pingitannya.

Mempraktikkan adab yang baik dalam kehidupan sangat digalakkan. Pendidikan adab ini mestilah dilakukan sejak kecil lagi bagi memperkukuh akidah, ibadah dan akhlak seseorang. Pendidikan ini juga dapat meneguhkan pendirian atau istiqamah terhadap perintah Allah dengan penuh keyakinan. Nabi SAW, bersabda: "Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Apabila seorang keluar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya." (Riwayat Baihaqi)

Kebaikan adab juga akan menunjukkan ketinggian akhlak seseorang. Apabila seseorang itu beradab baik, sudah pasti akhlaknya juga turut baik. Pendidikan adab juga akan meliputi pendidikan ibadah, keimanan, akal dan akhlak. Justeru, adab bercakap juga sangat penting dalam kehidupan. Bercakap merupakan suatu budaya manusia yang melambangkan hati, sikap dan fikiran. Oleh itu, peliharalah lidah dan ikutilah adab yang baik semasa bercakap.

Lantaran itu, Nabi SAW, bersabda: Sesiapa mempercayai Allah dan hari kemudian (akhirat) maka semestinya dia bercakap perkataan yang baik ataupun hendaklah dia diam sahaja. (riwayat Bukhari dan Muslim). Oleh itu, sebagai ibu bapa didiklah anak-anak dengan bercakap menggunakan perkataan yang baik-baik sahaja.

Natijah, pendidikan adab dan akhlak mestilah dilakukan secara berterusan. Menjaga aurat, perlakuan dan percakapan adalah adab yang paling baik. Jika adab sentiasa dijaga tidak akan ada perbuatan yang membabitkan gejala sosial yang merosakkan dan menghancurkan masa depan.




Friday, August 2, 2013

Hukum Memelihara Anjing

SEJAK kebelakangan ini terdapat ramai umat Islam di negara ini, terutamanya yang Melayu membela anjing walaupun haiwan itu termasuk dalam kategori najis mughalazzah iaitu jika terkena air liur atau terpegang badan anjing yang basah maka wajib dibasuh dengan air yang bercampur tanah sekali diikuti dengan enam kali air yang bersih.

Antara alasan-alasan yang mereka beri:

1) Tidak terdapat dalam al-Quran yang menyatakan orang Islam tidak boleh membela anjing.
2) Rasullullah SAW tidak pernah mengharamkan orang Islam membela anjing.
3) Anjing juga seperti haiwan-haiwan yang lain adalah makhluk Allah.
4) Terdapat ramai pemimpin-pemimpin Islam di negara luar juga membela anjing malah ada yang membiarkan anjing mereka memasuki rumah dan bilik tidur.
5) Ramai penganut-penganut Islam di negara-negara Arab, Pakistan dan Afghanistan membela anjing.
6) Ada kisah yang menceritakan tentang tiga orang pemuda terkurung di dalam gua bersama seekor anjing selama 300 tahun, kemudian dibebaskan Allah yang mana dikatakan pemuda-pemuda tersebut termasuk anjing mereka dimasukkan Allah ke dalam syurga.
7) Ada kisah di Amerika seorang penganut Islam yang buta kedua-dua matanya mempunyai seekor anjing penunjuk jalan untuk ke masjid.
8) Terdapat sebilangan ustaz-ustaz dan guru-guru agama yang berpendapat tidak salah orang Islam membela anjing.
Seperkara lagi, benarkah Rasullullah ada bersabda: "Tidak akan masuk Malaikat Rahmat ke dalam rumah seseorang Islam itu yang mana di rumah tersebut ada membela anjing."

JAWAPAN

Pada dasarnya, ketetapan najis bagi air liur anjing ini dipandang daripada dimensi yang bersifat ritual, bukan rasional, sehingga tidak harus ada alasan logik. Dimensi akal masih jauh daripada kesempurnaan untuk menganalisis secara teliti tentang najis air liur anjing.

Memang, agama tidaklah diukur dengan akal. Sayidina Ali mengatakan: "Andaikan agama diukur dengan akal, maka mengusap sisi bawah muzah (sepatu) lebih utama daripada mengusap sisi atasnya. Dan Rasulullah SAW telah mengusap di atas dua sepatu." (riwayat Abu Dawud).

Ada yang berpendapat apa salahnya memelihara anjing kerana ia juga makhluk ciptaan Allah SWT. Lagi pula, ia sangat taat pada tuannya. Sebab itu agama Islam tidak boleh dikias sesuka hati mengikut perasaan.

Apa yang digaris oleh Islam dalam syariatnya ialah lebih kepada menjaga kemaslahatan penganutnya. Bukan sekadar menyuruh Muslim membuat itu dan meninggalkan ini, malahan lebih daripada itu.

Sebagai pembuka perbincangan, suka saya nukilkan beberapa dapatan kajian saintifik yang kebanyakan kita tidak mengetahuinya.

Walaupun sesuatu suruhan dan tegahan yang dinyatakan oleh Allah dan rasul-Nya pada awalnya diterima oleh sahabat dan para salaf soleh dengan tanpa bantahan, tanpa bertanya hikmah mahupun falsafah di sebaliknya. Tetapi mutakhir ini, kebanyakan tegahan dan suruhan dapat dibuktikan hikmah dan falsafahnya.

Antaranya, kenapa najis kedua ini diwajibkan membasuhnya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah? Sains ada jawapannya.

Sebanyak 79.7 peratus penderita barah payudara ternyata sering berdampingan dengan anjing seperti memeluk, mencium, menggendong, memandikan dan semua aktiviti perawatan anjing. Hanya 4.4 peratus pesakit yang tidak memiliki haiwan peliharaan. Di Norway, 53.3 peratus daripada 14,401 pemilik anjing mengidap barah.

Ternyata barah pada anjing dan manusia disebabkan oleh virus yang sama iaitu mammary tumor virus (MMTV).
Dalam satu kajian oleh para penyelidik Munich Universiti mengenai kuman yang dibawa oleh anjing dan kesannya pada manusia, menunjukkan 80 peratus punca penyakit payudara berpunca daripada kuman yang dibawa oleh anjing.

Dari sudut fiqh, suka saya kemukakan pandangan Imam al-Syafie sebagai pandangan yang terpilih dengan beberapa alasan 
tanpa memperkecilkan pandangan mazhab lain. Ini kerana rakyat Malaysia berpegang dengan mazhab al-Syafie.

Pendapat Pertama: Anjing adalah najis keseluruhannya, sama ada kecil atau besar adalah najis, berdasarkan adanya perintah mencuci bejana yang dijilatnya sebanyak tujuh kali. Bahkan, menurut pendapat Imam al-Syafie tentang najisnya anjing ini termasuk najis mughallazah (najis berat).

Sebab mencuci bejana yang kena najis tersebut sampai tujuh kali dan satu kali di antaranya harus dicampuri dengan debu tanah. Ini adalah pendapat mazhab al-Syafie dan Hanbali yang amat ketat dalam persoalan anjing. Pendapat ini diikuti umumnya kaum Muslimin di Malaysia dan yang bermazhab al-Syafie.

Terdapat dua dalil yang menjadi hujah bagi pendapat pertama ini. Dalil Pertama berdasarkan kaedah Qiyas.
Menurut mereka anjing dan babi serta yang lahir daripada keduanya adalah najis, termasuk keringatnya. Suruhan Rasulullah SAW untuk membasuh bekas yang diminum oleh anjing adalah dalil bagi menunjukkan najisnya lidah, air liur dan mulut anjing.

Memandangkan lidah dan mulut adalah anggota utama di mana tanpa lidah dan mulut haiwan tersebut akan mati kerana tidak boleh mendapatkan makanan dan minuman. Jika lidah dan mulut dikategorikan sebagai najis, maka sudah tentu lain-lain anggotanya adalah najis juga.

Selain itu, air liur anjing terhasil daripada peluhnya sendiri, maka jika peluh yang keluar daripada mulut (air liur) adalah najis, 
maka sudah tentu peluh yang keluar daripada seluruh badannya adalah najis juga.

Imam An-Nawawi menyebut di dalam Al-Minhaj: "Yang disebut najis itu adalah setiap cecair yang memabukkan, anjing babi dan apa-apa yang lahir daripada keduanya…" (Mughni Al-Muhtaj, Khatib Syarbini:1/110).

Kata al-Qardhawi, hukum membela anjing sebagai binatang kesayangan (hobi) adalah haram, yakni diharamkan oleh Rasulullah. Dalilnya: Daripada Sufyan bin Abu Zuhair, bahawa Nabi SAW bersabda: Barang siapa memelihara anjing bukan untuk menjaga ladang atau ternak, maka setiap hari pahalanya berkurangan satu qirath. (riwayat Bukhari dan Muslim dan semua ahli hadis yang lain).

Inilah juga pendapat majoriti mazhab Syafie, Hanbali, Maliki dan Zahiri (al-Majmuu', IX/234)
Daripada Abdullah bin Umar dia berkata: "Aku mendengar Nabi SAW bersabda: Sesiapa memelihara anjing selain anjing untuk berburu atau anjing menjaga binatang ternak, maka pahalanya akan berkurang dua qirath setiap harinya." (Riwayat Bukhari no. 5059 dan Muslim, no: 2940).

Juga daripada Ibnu Umar RA berkata: "Rasulullah SAW memerintahkan supaya membunuh anjing kecuali anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga kambing atau menjaga haiwan ternak. (riwayat Muslim no. 1571)"

Antara alasan-alasan fuqaha seperti Ibnu Hajar ialah

1. Ia menakutkan jiran dan orang lalu lalang di luar rumah atau orang yang mengunjunginya.
2. Berkurangnya pahala kepada pemeliharanya.
3. Keengganan Malaikat masuk rumah yang ada anjing.
4. Ada anjing yang menjadi daripada jelmaan anjing (anjing hitam pekat).
5. Tabiat anjing yang suka menjilat dan kenajisan jilatan itu mungkin menyukarkan pemeliharanya. (al-Fath, X/395)

Ada pendapat yang mengatakan ia makruh sahaja kerana tiada larangan yang tegas, demikian kata Ibnu Abdil Barr (at-Tamhid, 14/221).

Imam al-Nawawi berpendapat bahawa selain alasan untuk tiga tujuan membela anjing yang diharuskan melalui sabda baginda, iaitu boleh atau tidak membela anjing selain menjaga ternakan, menjaga tanaman dan memburu. Baginda mengharuskan sekiranya anjing itu dipelihara untuk menjaga keselamatan rumah dan tuan. Ini kerana alasan keharusan yang terdapat dalam hadis menunjukkan keperluan untuk membela anjing dengan adanya keperluan.

Namun, ini tidak bermaksud anjing disimpan dalam rumah kerana Nabi SAW telah menegaskan bahawa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang terdapat anjing, sekali gus mengelak sebarang kemudaratan yang mungkin berlaku kerana anjing.

Ini kerana tuan rumah tidak akan dapat memantau setiap gerak geri anjing sepanjang di dalam rumah. Juga dikhuatiri jilatan yang sukar dikesan bila kering. Justeru mengelak itu adalah lebih baik.


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2012&dt=0309&sec=Bicara_Agama&pg=ba_05.htm#ixzz2aldNyzRL
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Bila Hati Terguris Kerana Sindiran

suhainisaperan.com

Kadang-kadang hati sakit bila disindir, tapi itu adalah lebih baik daripada bercakap di belakang, bila disindir menangis sebentar tapi impak selepasnya amat besar. Perubahan diri yang ketara dan lebih baik dari sebelumnya.

Belajarlah menerima sindiran walaupun sebenarnya tidak begitu beradab menyindir orang. Semuanya kerana di atas paksi kebaikan dan kemaslahatan yang lebih besar pada masa hadapan.

Aku bukanlah manusia yang sempurna. Mungkin pada zaman silam aku pernah melukakan hati, mencabut rasa tenang. Mungkin kata-kataku sungguh menyakitkan hati, tiada apa yang aku persembahkan melainkan huluran tangan memohon seribu kemaafan. Maafkan aku bersama dengan doamu.

Aku menulis bukan untuk memberitahu diri ini baik.
Aku menulis hanya untuk memberitahu diri ini supaya menjadi baik.
Bersama menginsafkan diri dalam mencari keredhaan Ilahi. InshaALLAH....

Ambil hati. Sakit hati. Pedih hati. Terasa hati. Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama membengkak dalam hati, maka akan tidak sihatlah hati itu. Pemiliknya pun akan muram, jauh dari keceriaan. Lebih parah lagi, menjauhkan manusia dari Rabb-Nya.

Mengapa tidak untuk berhusnuzon, sedangkan itu lebih mulia.
Mengapa tidak memahami, sedangkan kita bersaudara.
Mengapa tidak bersikap positif, sedangkan ikhilafnya hati itu padah jawabnya.
Mengapa tidak bersama dalam perjuangan ini,sedangkan tanggungjawab kita adalah sama.
Mengapa tidak meluangkan masa bersama sedangkan, kita semua adalah dai'e.

Positif menjadikan kita bersangka baik. Bersangka baik lebih menenangkan hati. Orang hebat biasanya kerana dia hebat dalam hubungan dengan Allah. Tapi ada juga yang hebat dunia sahaja, hubungan dengan Allah entah ke mana. Dia tidak bersangka baik dengan Allah apatah lagi dengan makhluknya. Adab dan akhlak dalam pengurusan hati masih lagi samar untuk diiktiraf sebagai seorang dai'e.

Sekiranya semakin kita bijak, semakin jauh diri kita daripada-Nya, maka ada sesuatu yang tidak kena dengan diri. Jauhkanlah sifat itu dari dalam diri.

Apa pun, jangan resah andai ada yang membenci. Andai ada yang tidak berpuas hati. Andai ada yang tidak menyenangi. Kerana masih ramai yang mencintai kita di dunia. Resahlah andai Allah membenci kerana tiada lagi yang mencintai kita di akhirat. 
Nabi SAW bersabda "Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada siapa yang dicintai-Nya dan siapa yang tidak dicintai-Nya, tetapi Allah tidak memberikan iman kecuali kepada siapa yang dicintai-Nya."