Sekadar renungan


Bila Allah cepat makbulkan Doamu, Maka DIA Menyayangimu,

Bila DIA Lambat Makbulkan doamu, Maka DIA Ingin Mengujimu,

Bila DIA Tidak Makbulkan Doamu, Maka Dia Merancang Sesuatu Yang lebih Baik Untukmu.

Oleh itu, Sentiasalah Bersangka Baik Pada ALLAH Dalam Apa Jua Keadaan Pun... Kerana Kasih sayang ALLAH Itu Mendahului KemurkaanNya.

********************************************************

Saat itu, hadir syaitan yang terkuat, sementara si hamba dalam kondisi paling lemah. Siapakah yang selamat?


Ya Allah, jadikanlah amal terbaik kami sebagai penutup amal kami. Jadikanlah umur terbaik kami sebagai akhirnya. Dan jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari kami menjumpai-Mu
.


Sabda Nabi s.a.w ;"...dan sesungguhnya waktu yang paling syaitan dengan manusia adalah disaat kematian (nazak) ","(Riwayat Abu Na'im)" didalam sepotong ayat Mursyal , Nabi s.a.w bersabda dengan membawa maksud ," Saat paling hampir musuh Allah (syaitan) itu dengan manusia ialah dikala terbit rohnya".

ZIKIR HARIAN

HARI AHAD: Ya Hayyu Ya Qayyum ( 1000 X )
HARI ISNIN: La haula wala quwwata illa billa hil 'aliyyil 'a ziim ( 1000 X )
HARI SELASA: Allahumma salli 'ala 'abdika warasulika wanabiyyikal amiina wa'ala alihi wasahbihi wasallim ( 1000 X )
HARI RABU: Astagh firullahal 'a ziim ( 1000 X )
HARI KHAMIS: Subhanallahii 'a ziim , Subhanallahi wabihamdihi ( 1000 X )
HARI JUMAAT: Ya Allah ( 1000 X )
HARI SABTU: La ilaha illallah ( 1000 X )

Sedikit Ilmu untuk dikongsi bersama...



Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).

Bacaan Surah

.

Followers

Blog ini mengandungi Maklumat dan Koleksi ibadah untuk diri saya . Sekiranya ia baik , kita kongsi bersama , sekiranya ianya tidak baik , elakkanlah. Saya hanya insan biasa yang mencari ilmu selagi hayat dikandung badan...

.

Thursday, June 7, 2012

Matematik Sedekah ( 10 - 1 = 19 )



Jika anda mahu harta yang sedia ada berlipat ganda, sedekah adalah jalan yang terbaik. Kerana Allah juga berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 160 yang membawa maksud,


“Barangsiapa yang membawa amalan yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak akan diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatan yang dilakukannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”



Matematik Sedekah oleh Ustaz Yusuf Mansor

Untuk memudahkan lagi pemahaman kita tentang amalan sedekah ini, mari kita bersama menghayati Matematik Sedekah menurut Ustaz Yusuf Mansor. Menurutnya, Allah telah berjanji akan menggantikan wang yang telah kita keluarkan untuk bersedekah. Paling menarik, Allah bukan sahaja menggantikan wang yang telah disedekahkan, tetapi akan menggantikannya sebanyak sepuluh kali ganda dengan nilai yang kita belanjakan.

Sebagai contoh mudah, kita mempunyai RM10, lalu kita sedekahkan RM1 kepada seorang budak peminta sedekah. Kita mempunyai baki sebanyak RM9. kita bakal mendapat RM19 dengan janji yang telah Allah buat. Wang yang telah disedekahkan itu telah digandakan 10 kali ganda iaitu RM10. Maka, kita akan mendapat RM19 suatu hari kelak sebagai rezeki yang lain.

Orang yang bersedekah akan memperolehi 5 kebaikan di akhirat iaitu golongan yang bersedekah akan dipayungkan pada hari Qiamat semasa cuaca sangat panas. Selain itu, golongan ini juga akan ringan hisabnya. Mereka juga akan mendapat timbangan amalan kebaikan yang berat. Tambahan lagi, golongan ini akan meniti Titian Sirat dengan lancar dan pantas. Terakhir, golongan ini akan diangkat darjatnya di dalam syurga.

Inilah rahsia sedekah yang tidak diketahui oleh ramai orang. Dengan memberikan sedikit kesenangan kepada orang lain melalui bersedekah, kita akan memperolehi manfaat yang tidak ternilai. Dengan niat memberi sedekah untuk menyenangkan bebanan orang yang memerlukan, tanpa disangka dengan kebaikan itu Allah telah memanjangkan umur kita, menolak bala dan bencana selain membuatkan kita menjadi lebih kaya.


adminskss.blogspot

Misteri Umur 40 Tahun

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam atas hamba dan utusan-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam , keluarga dan para sahabatnya.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Ahqaf: 15)

Keistimewaan Umur 40 Tahun

Sebagian orang menyebut, umur empat puluh tahun penuh teka-teki dan penuh misteri. Sehingga terbit sebuah buku berjudul, "Misteri Umur 40 tahun" yang diterbitkan pustaka al-tibyan – Solo, diterjemahkan dari buku berbahasa Arab, Ya Ibna al-Arba'in, oleh Ali bin Sa'id bin Da'jam.

Seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun berarti akalnya sudah sampai pada tingkat kematangan berfikir serta sudah mencapai kesempurnaan kedewasaan dan budi pekerti. Sehingga secara umum, tidak akan berubah keadaan seseorang yang sudah mencapai umur 40 tahun.

Al-Tsa'labi rahimahullah berkata, "Sesungguhnya Allah menyebutkan umur 40 tahun kerana ini sebagai batasan bagi manusia dalam keberhasilan maupun keselamatannya."

Ibrahim al-Nakhai rahimahullah berkata, "Mereka berkata (yakni para salaf), bahwa jika seseorang sudah mencapai umur 40 tahun dan berada pada suatu perangai tertentu, maka ia tidak akan pernah berubah hingga datang kematiannya." (Lihat: al-Thabaqat al-Kubra: 6/277)

Allah Ta'ala telah mengangkat para nabi dan Rasul-Nya, kebanyakan, pada usia 40 tahun, seperti kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad, Nabi Musa, dan lainnya 'alaihim al-Shalatu wa al-Sallam. Meskipun ada pengecualian sebagian dari mereka.

Imam al-Syaukani rahimahullah berkata, "Para ahli tafsir berkata bahwa Allah Ta'ala tidak mengutus seorang Nabi kecuali jika telah mencapai umur 40 tahun." (Tafsir Fathul Qadir: 5/18)

Dengan demikian, usia 40 tahun memiliki kekhususan tersendiri. Pada umumnya, usia 40 tahun adalah usia yang tidak dianggap biasa, tetapi memiliki nilai lebih dan khusus.

Dihikayatkan, al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi adalah seorang laki-laki yang shalih, cerdas, sabar, murah hati, berwibawa dan terhormat. Ia berkata, "manusia yang paling sempurna akal dan pikirannya adalah apabila telah mencapai usia 40 tahun. Itu adalah usia, di mana pada usia tersebut Allah Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan pikiran manusia akan sangat jernih pada waktu sahur." (Lihat: al-Wafyat A'yan, Ibnu Khalkan: 2/245)

Disebutkan tentang biografi al-Hafidz Jalaluddin al-Suyuthi, "Bahwa ketika mencapai umur 40 tahun ia berkonsentrasi untuk beribadah dan memutuskan diri dari hubungan dengan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala, dan ia berpaling dari semua urusan dunia dan umat manusia, seakan-akan ia tidak pernah kenal seorangpun dari mereka. Dan ia terus menyusun karya-karya tulisnya. . ." (Syadzratu al-Dzahab: 8/51)


Al-Qur'an Menyebut Umur 40 Tahun

Cukuplah Al-Qur'an yang telah menyebutkan umur 40 tahun dengan tegas itu menjadi perhatian. Sehingga kita lihat, saat memasuki usia ini para ulama salaf mencapai kebaikan amal mereka dan menjadikannya sebagai hari-hari terbaik dalam hidupnya.

Allah Ta'ala berfirman,

حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"." (QS. Al-Ahqaf: 15)

Umur 40 Tahun dan Syukur

Ayat di atas mengisyaratkan, saat sudah menginjak usia 40 tahun hendaknya seseorang mulai meningkatkan rasa syukurnya kepada Allah juga kepada orang tuanya. Ia memohon kepada-Nya, agar diberi hidayah, taufik, dibantu, dan dikuatkan agar bisa menegakkan kesyukuran ini. Karena segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah dengan kehendak dan izin-Nya, sehingga ia meminta hal itu kepada-Nya. Ini sebagaimana doa yang diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu 'Anhu, "Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu'adz, Janganlah engkau tinggalkan untuk membaca sesudah shalat:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِك ، وَشُكْرِك وَحُسْنِ عِبَادَتِك

"Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir, beryukur, dan memperbaiki ibadah kepada-Mu." (HR. Ahmad, Abu Dawud, al-Nasai dengan sanad yang kuat)

Kerana sesungguhnya seorang hamba pasti sangat memerlukan kepada pertolongan Tuhannya dalam menjalankan perintah, menjauhi larangan, dan sabar atas ketetapan-ketetapan takdir-Nya. (Dinukil dari Subulus Salam, Imam al-Shan'ani)

Sebenarnya bersyukur itu sepanjang umur. Dan dikhususkan pada umur 40 tahun ini karena pada saat usia ini seseorang benar-benar harus sudah mengetahui segala nikmat Allah yang ada padanya dan pada orang tuanya, lalu ia mensyukurinya.

Imam al-Qurthubi rahimahullah dalam tafsirnya berkata, "Allah Ta'ala menyebutkan orang yang sudah mencapai umur 40 tahun, maka sesungguhnya telah tiba baginya untuk mengetahui nikmat Allah Ta'ala yang ada padanya dan kepada kedua orang tuanya, kemudian mensyukurinya."

Sesungguhnya hakikat syukur itu mencakup tiga komponen; hati, lisan, dan anggota badan. Hati dengan mengakui bahwa semua nikmat itu berasal dari pemberian Allah. Lisan dengan menyebut-nyebut dan menyandarkan nikmat itu kepada-Nya serta memuji-Nya. Sementara anggota badan adalah dengan menggunakan nikmat itu untuk taat kepada-Nya, yakni untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Oleh kerananya, disebutkan dalam ayat, "Dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai."

Ditekankan Bersyukur Kepada Orang Tua

Saat seseorang berumur 40 tahun, maka ia memiliki tanggungjawab di tengah keluarga dan masyarakat yang lebih besar. Anak-anak memerlukan biaya yang lebih untuk pendidikan dan lainnya. Sementara orang tuanya, pastinya sudah uzur dan sangat memerlukan bantuan dari anak-anaknya. Di sinilah sering seseorang melupakan orang tuanya kerana penumpuannya yang lebih terhadap keluarga dan anak-anaknya. Padahal seharusnya dengan bertambahnya umur semakin membuat ia sadar akan jasa-jasa orang tuanya kepada dirinya. Sehingga disebutkan dalam hadits, "Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya, salah seorang atau kedua-duanya, tapi tidak bisa masuk surga (dengan itu)." Dalam riwayat lain, "Tapi keduanya tidak bisa memasukkannya ke dalam surga." (HR. Ahmad dan lainnya)

Ayat tentang kewajiban berbuat ihsan kepada orang tua di atas diawali dengan perintah untuk mentahidkan Allah, ikhlas ibadah kepada-Nya, dan istiqamah di atasnya. Seolah menunjukkan, saat Allah perintahkan untuk mentauhidkan-Nya ada di antara hamba yang menyambut dan ada pula yang menentang. Sama juga dengan perintah berbakti kepada orang tua, ada manusia yang berbakti kepada orang tuanya dan ada pula yang malah durhaka.

Juga mengisyaratkan, agar tidak membezakan dan membentukan berbuat ihsan kepada orang tua dengan mentauhidkan Allah. Sesungguhnya berbuat ihsan kepada kedua orang tua itu bagian dari ibadah kepada Allah. Sehingga tidak boleh dalam berbuat ihsan tersebut melanggar nilai-nilai ketauhidan. Walau besar hak orang tua atas anak, tidak boleh mentaati keduanya dalam maksiat kepada Allah. Kerana tetaplah nikmat yang orang tua dapatkan itu berasal dari Allah juga.

Bentuk berbuat ihsan kepada orang tua yang diperintahkan dalam ayat tersebut mencakup segala bentuk berbuat baik seperti memenuhi nafkah orang tua, memenuhi keperluannya, mentaati perintahnya yang ma'ruf, menghidarkan dari bahaya, mengubatinya jika sakit, menghiburnya jika sedih, dan memohonkan ampun dan doa untuk kedunya, serta yang lainnya.

Jangan Lupakan Keturunan

Sesudah seorang muslim diperintah berbuat baik kepada orang yang di atasnya dan mengerjakan amal shalih untuk dirinya, janganlah ia lupa terhadap anak keturunanya. Ia juga wajib memperhatikan pendidikan dan pengarahan mereka, agar menjadi orang yang taat kepada Allah Ta'ala. Kerana mereka adalah amanat yang harus diarahkan untuk taat kepada Tuhan-Nya.

Dan sesungguhnya di antara balasan baik dari amal shalih mereka adalah diperbaiki keturunan mereka. Baiknya orang tua akan ada kesannya kepada perbaikan anak. Ini juga menjadi pelajaran, dalam melakukan pendidikan kepada anak haruslah orang tua memulai dari menshalihkan diri mereka dengan ilmu dan amal. Di samping supaya boleh menjadi teladan, baiknya anak keturunan juga menjadi balasan bagi dirinya.

Syaikh al-Sa'di berkata dalam menafsirkan ayat di atas, "Sesungguhnya baiknya orang tua dengan ilmu dan amal termasuk sebab yang besar untuk baiknya anak-anak mereka."

Selain itu, berdoa sebagai bagian dari tawakkal kepada Allah dalam usaha tidak boleh dianggap ringan. Kerana hati manusia itu berada di antara dua jari dari jemari Allah Ta'ala yang diarahkan kepada Dia kehendaki. Oleh sebab itu, kita dapatkan doa dari para Nabi dan orang-orang shalih untuk keshalihan anak-anak mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, ada seorang lelaki yang mengadukan tentang anaknya kepada Thalhah bin Musharrif Radhiyallahu 'Anhu, maka Thalhah berkata kepadanya, "Minta tolonglah dalam masalah anakmu dengan ayat,

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Ahqaf: 15)

Memperbaharui Taubat

Usia 40 tahun haruslah menjadi titik tolak dan perbaharuan taubat penyesalan seseorang atas dosa-dosa dan kufur nikmat selama hidupnya. Kerana pada usia ini benar-benar telah merasakan banyaknya nikmat dan tidak sebandingnya rasa syukur terhadapnya. Maka pengakuan dosa pasti akan mengalir dari orang yang mahu merenungkan masa lampaunya, sehingga dari itu lahir penyesalan, tumbuh istighfar dan taubat kepada Allah.

Oleh sebab itu, disebutkan dalam doa di atas,

إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Ahqaf: 15)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Dan di dalamnya terdapat petunjuk bagi orang yang sudah berusia 40 tahun agar memperbaharui taubat dan inabah kepada Allah 'Azza wa Jalla serta bertekad kuat atasnya." Dia harus terus meningkatkan amal solehnya saat usianya menginjak 40 tahun sampai ajal menjemputnya. Wallahu Ta'ala A'lam.


adminskss.blogspot

Surat Untuk Anak-Anak Mama



Kehadapan anak-anak mama yang dikasihi dan dicintai hingga ke mati; Ahmed Zaki, Ahmed Wafi dan Ahmed Lutfi....

Assalamualaikum wrt.wbt.

Mama harap surat ini sebagai wasiat mama pada anak-anak semua. Mudah-mudahan semasa anak-anak membaca setiap bait dalam lembaran ini, mama masih ada di dunia. Jika mama sudah tiada, cubalah selongkar blog mama ini yang penuh dengan rahsia dan luahan hati mama.

Pertama-tama mama nak maklumkan pada anak-anak, yang anak-anak adalah buah hati mama. Pengarang jantung hidup mama. Anak-anak juga pendengar dan sahabat setia mama. Anak-anak adalah nikmat hidup mama. Pada masa yang sama. mama juga ingatkan pada diri mama bahawa anak-anak adalah milik Allah sebenarnya. Allah bagi pinjam pada mama. Sampai bila pinjaman itu, mama tidak tahu. Tetapi dengan doa dan usaha yang mama ada, mama akan cuba menjaga pinjaman ini dengan seikhlas hati mengikut apa yang termaktub dalam al Quran, Sunnah rasulullah saw dan pendapat ulama dahulu kala. Anak-anak pasti maklum sendiri yang mama sebenarnya bukan seorang ibu yang sempurna. Banyak kelemahan yang ada pada diri mama. Mama suka berleter, mama suka komplen dan mama kadang-kadang tidak memahami jiwa anak-anak semua.

Ahmed Zaki atau "abang", mama selalu mengingatkan abang pasal akhlaq dan tingkah laku dengan orang tua. Setiap kali abang balik ke rumah, ada saja yang mama leteri. Dari bilik bersepah hinggalah solat berjemaah. Mama tahu abang tidak suka mendengar leteran mama itu. Tetapi disebalik leteran itu mama tengok bilik dikemas dan abang pun lesap ke surau.

Ahmed Wafi atau "angah", mama selalu ingatkan angah, jangan lupa angkat kain bila balik sekolah. Jangan lupa bawa kain baju dalam raga ke kedai Dobi di bawah rumah kita. Angah suka pergi joging dan gymnasium untuk menjaga kesihatan. Angah tak nak makan pisang goreng yang mama beli sebab ianya berminyak. Mama sedih dan kecil hati maka angah makan sekeping dua demi untuk menjaga hati mama. Sebenarnya mama yang mudah merajuk dengan anak-anak.

Ahmed Lutfi atau "adik", mama selalu berpesan janganlah "pongoh". Nama Lutfi bermaksud lembut. Tetapi disebalik kepongohan itu, adik adalah orang pertama yang akan bersiap-siap ke surau. Adik juga orang pertama yang akan datang peluk mama bila masuk ke dalam rumah. Mama pun cuba sedaya upaya menjadi seorang ibu yang bersabar dengan kerenah anak yang bongsu yang sangat manja ini. Kadang-kadang mama perlu bertegas bila hajat melampaui batas. Mama cuba menjadi seorang ibu yang kreatif berhadapan dengan anak yang bernama Lutfi ini.

Maafkan mama kerana meninggikan suara, mungkin telinga mama tidak mendengar jawapan anak-anak bila dipanggil tadi. Maafkan mama kerana tidak dapat masak apa yang kamu hajati, mungkin mama lembap memahami resepi atau pun mama malas hendak mengemas sinki. . Maafkan mama kerana tidak memenuhi setiap yang kamu hajati, mungkin mama pentingkan diri sendiri...

Anak-anak mama yang mama sayangi...

Mama selalu berfikir yang suatu hari nanti, mama akan pergi bertemu ilahi.
Jika mama sudah pergi jangan lupa mandikan jenazah mama.
Jangan biar orang lain melihat aib mama mu ini.
Biar anak-anak sendiri yang melihat betapa ibumu ini penuh dengan noda dunia.
Bila jenazah mama mahu diangkat ke kubur,jangan biar orang lain mengusung mama.
Ingat, apa mama pesan dulu.
Seorang pegang di kepala, seorang pegang di tengah dan seorang lagi pegang di kaki.
Sebaik saja mama akan dimasukkan ke dalam liang lahad,
kalau muat masuklah semua anak mama untuk membuka ikatan pada jenazah mama.
Pastikan mama berada di posisi yang betul dan mengadap kiblat.
Bila sudah selesai maka peganglah mama buat kali terakhir.
Pandanglah mama untuk ke sekian kalinya.
Mama yang mengandungkan kamu semua dan yang menyusukan kamu.
Tiada susu lain yg membesar dan menguatkan tulang kamu melainkan susu dari badan mama sahaja.
Itulah nikmat yang tidak terhingga bila dapat memeluk erat anak-anak mama.

Mama juga ingin berpesan, jika anak-anak semua mempunyai isteri nanti atau anak-anak perempuan, jangan lupa menyayangi mereka dengan sepenuh hati. Layanlah isteri-isteri kamu dengan penuh hormat. Jagalah maruah mereka di depan rakan taulan atau sanak saudara ataupun anak-anak kalian. Itulah sebaik-baik tanda yang kamu semua sayangkan mama....


ustazahlama.blogspot

Tuesday, June 5, 2012

Pujian Kepada Pasangan



Bagi memenangi hati suami, seorang isteri sanggup berhabis soal penampilan, biar hanya berada di rumah, dia akan memastikan pakaian yang dikenakan cantik. Tidak pernah sekali si isteri ini berkain batik di rumah atau berseluar pendek gaya amah. Secalit gincu pasti ada di bibirnya agar wajah tampil berseri.

Namun biar bersungguh-sungguh melakukannya, hati isteri ini tetap rasa kecewa. Tidak pernah sekali dia mendengar pujian dari suaminya. Sudah hampir lima tahun berumahtangga, kalimat pujian itu sebenarnya cukup didambakan kerana apa yang dilakukannya itu sememangnya hanya untuk suaminya yang dicintai.

Begitu sukarnya sikap sesetengah pasangan suami dalam hal meluahkan kata-kata puji-pujian, tidak terkecuali isteri juga. Pasangan suami isteri yang bersikap sedemikian sebenarnya tidak menyedari betapa pentingnya kata-kata pujian. Saling memuji adalah salah satu cara untuk menunjukkan betapa pasangan suami isteri itu saling sayang-menyayangi antara satu sama lain.

Kebaikan memuji

Ðiakui, tidak ramai suami mahupun isteri yang terbuka dalam memuji pasangan masing-masing. Selalunya mereka lebih cenderung menyimpan semuanya di dalam hati. Walhal, meluahkan perkara positif buat pasangan adalah sesuatu yang cukup baik dan sangat efektif dalam memberi dan menambah keyakinan diri pasangan. Malah, luahan pujian juga akan membuatkan pasangan berasa dicintai dan dihargai.

Sebagai contoh, apabila seorang isteri mampu meluahkan perasaannya pada suami dan menunjukkan dalam bahasa verbal maka suami akan mengetahui kelebihan dirinya. Ðalam pada itu, suami pula akan berusaha membalasnya dengan mencari kelebihan isterinya pula. Pada tahap seterusnya, suami dan isteri itu akan cuba memperbaiki kelemahan diri masing-masing agar kelemahan atau kekurangan tidak dilihat pasangan masing-masing.

Ðengan meluahkan kata-kata pujian seperti “Isteri abang nampak manis hari ini”, “Abang ini segaklah” ataupun apa-apa kelebihan lain, maka pasangan juga akan turut melakukan perkara yang serupa.

Tambah kemesraan

Seperti yang dikatakan tadi, tidak semua orang mudah memberikan pujian, termasuklah kepada pasangannya. Sikap ini sebenarnya berpunca dari didikan seseorang individu. Apabila suami atau isteri tidak pernah dididik dengan pujian sejak kecil, maka dia akan berasa sukar untuk memuji orang lain atau pasangannya.

Hal yang hampir sama berlaku pada mereka yang mempunyai keperibadian ‘introvert’ ataupun pendiam. Untuk berbual pun sukar, apatah lagi untuk memuji-muji. Tetapi ini bukan bererti mereka tidak mampu melakukannya, cuma pasangan harus merangsangnya untuk membiasakan diri terlebih dahulu.

Awalnya perasaan malu memang akan dirasai, tetapi lama-kelamaan apabila sudah terbiasa, suami atau isteri mungkin sentiasa mahu mengungkap isi hatinya. Kesan positif dari perkara ini adalah hubungan suami isteri akan bertambah erat dan mesra. Anda mungkin boleh memulakan pujian dengan memuji prestasi pasangan selepas hubungan intim ataupun tatkala pasangan mendapat kenaikan pangkat.

Ajar anak hargai orang lain

Sikap memuji pasangan bukan hanya memberi kesan baik buat pasangan suami isteri, tetapi juga kepada anak-anak. Melihat ibu dan ayah mereka saling memuji, maka anak akan berasa selesa dalam keluarganya.

Anak juga akan melihat adanya nilai-nilai romantis dan kasih sayang antara kedua ibu bapanya, lalu tidak akan menghidarkan fikiran mereka dari unsur negatif. Perlu diketahui oleh suami isteri bahawa kekakuan mereka atau tiadanya unsur komunikasi positif seperti pujian dalam perhubungan mereka akan menyebabkan perasaan anak tertekan dan tidak selesa dengan persekitaran keluarganya.

Mempamerkan kebiasaan memuji di hadapan anak-anak juga akan memberikan pendidikan secara tidak langsung untuk menghargai orang lain. Jadi, janganlah malu untuk belajar memuji pasangan kerana anak juga akan mendapat mengajarannya. Mereka tidak kekok melemparkan kata-kata pujian dan lebih menghargai kelebihan yang dimiliki oleh orang lain.

Cara luahkan pujian

Pujian buat pasangan sebenarnya tidak semestinya dilakukan secara lisan. Ada beberapa cara yang boleh dilakukan untuk menyampaikannya. Bagi anda yang masih malu-malu untuk meluahkannya, bolehlah memulakannya melalui bahasa tubuh. Pujian dengan bahasa tubuh ini ada berbagai, daripada sentuhan, pelukan erat tatkala suami melihat isteri bergaya anggun mahupun sekadar pegangan tangan.

Setelah terbiasa dengan bahasa tubuh, maka belajarlah pula meluahkannya melalui kata-kata. Tapi kata-kata pujian yang kelaur itu hendaklah tulus ikhlas dari hati supaya ia kedengaran jujur dan bukan sengaja direka-reka. Anda juga tidak perlulah menunggu suami atau isteri melakukan sesuatu yang bagus untuk dipuji sebaliknya luahkan saja kata-kata pujian jika merasakan si dia layak dipuji.

Lebih berkesan jika...

Pujian akan memberi kesan lebih positif jika anda tahu bila mahu mengucapkannya. Ini adalah antara aturan pujian yang harus diketahui terutama buat pasangan yang baru membiasakan diri.

Pujian akan lebih bermakna jika tidak terlalu kerap diucapkan dan tidak pula terlalu jarang. Berikan pujian pada saat-saat penting, seperti ketika pasangan mahu memulakan pekerjaan baru. Ini akan meniupkan semangatnya untuk memulakan tugas dengan lebih baik.

Atau berikanlah pujian ketika isteri atau suami mula berasa kecewa atau kehilangan keyakinan diri. Pujian yang tulus di waktu ini akan memberikan harapan baru bagi suami atau isteri. Pilihlah kata-kata pujian yang mampu meresap dalam jiwanya.

Jangan terlalu kerap

Memuji pasangan di khalayak ramai juga tidak kurang pentingnya, tetapi janganlah terlalu kerap. Sebabnya ia akan menimbulkan perasaan tidak senang pada pasangan yang dipuji. Ungkaplah bila benar-benar perlu dan di waktu yang tepat. Pilihlah pujian yang tidak berlebih-lebihan seperti memuji hasil masakan atau kemahiran menghias rumah yang dimiliki oleh isteri.

Sebenarnya, kebiasaan memuji pasangan ini bukanlah sesuatu yang sukar dilakukan, asalkan anda melupakan rasa ego dan juga perasaan malu. Keutuhan rumahtangga dan tali cinta anda berdua lebih penting daripada dua perkara tersebut.


Kisah Kasih Seorang Suami

Kisah ini saya ambil dari sudut yang mana saya juga kagum akan diri lelaki ini…

Lebih kurang tiga minggu yang lepas saya membawa isteri ke ‘Mahkota Medical Centre’, dia mengadu kepada saya kepalanya pening, rasa mual dan badanya lenguh-lenguh. Saya tanya dia”mengandung kot?” Dia kata tak ada. Oleh kerana 2-3 hari macam tu saja, saya bawak dia jumpa doktor dan ternyata…. isteri saya mengandung dua bulan. Emmm saya dah agak dah. Maka bermulalah cerita baru dan haluan sejarah masa depan akan pastinya berubah lagi.

Dia akan merasa loya dengan bau yang sebelum ini senang baginya, termasuklah bau badan saya. Morning sickness yang teruk sekali bagi isteri saya. Kasihan sungguh, terbaring saja sepanjang masa. Makan tak boleh, minum tak nak, apa pun tak nak. Adakalanya isteri saya semalaman tak dapat tidur, kadang-kadang tu asyik nak tidur saja. Selesai saja solat Isyak dah masuk bilik. Pada awalnya saya tidur kat luarlah sebab dia tak boleh bau badan saya.

Saya fahamlah orang mengandung memang macam tu, sekarang ni dah boleh tidur dengan saya dan saya sudah tahu macamana nak elakan insomnia yang dialaminya, iaitu dengan membaca Al-Quran sehingga isteri saya terlelap. Memang kebiasaan sebelum mengandung pun saya akan membaca Al-Quran diatas katil di sisi isteri sebelum tidur sehinggalah dia terlelap.

Sekarang saya terus membaca Al Quran disisinya sebagai ubat tidur bagi isteri dan anak dalam kandungan. Adakalanya sampai 2-3 jam. Bukan itu sahaja, saya juga sentiasa bercakap-cakap dengan janin dalam perutnya. Perkara yang mula-mula saya ceritakan padanya ialah tentang tauhid. Saya bermula dengan kitab pertama yang saya pelajari dahulu iaitu kitab ‘Kasyaful Mahjub’. Mungkin ada pembaca yang berkata saya terlalu ghairah, kebarangkalian untuk janin survive masih tipis. Tapi mana ada ayah yang tak berharapan. Segarang-garang harimau pun tak makan anak, apatah lagi saya. Apa yang akan berlaku pada kemudian hari adalah diluar bidang kuasa saya. Siapa saya untuk mempersoalkanya.

Saya bercerita kepadanya tentang Allah, zat, sifat, asma, afal. Dan cerita itu kembali bercerita kepada diri saya. Ada yang menghantar email dan bertanya bagaimana mahu mensihati anak agar tidak degil. Jawapan yang mahu saya nyatakan bukan hanya untuk anak tetapi untuk sesiapa sahaja terutamanya yang mempunyai hubungan rapat dengan kita. Tak kiralah anak, isteri atau suami.


Bagaimana?


1. Semasa anak atau isteri kita sedang tidur inilah waktu yang paling sesuai terutamanya diwaktu dua pertiga malam, kerana fikiran bawah sedarnya(sub conscius mind) adalah paling optimum ketika ini. Yang tidur hanyalah conscius mind (minda sedar).

2.Sentuhkan ibu jari anda ke langit-langit dan kemudian sentuhlah dengan halus ibu jari anda ke ubun – ubun orang yang ingin anda nasihati.

3. Semasa ibu jari diatas ubun-ubun selawatlah ke atas junjungan Nabi Muhamad dan bacalah surah al fatihah. Kemudian terus dengan berzikir didalam hati dan jangan putuskan zikir anda.

4. Angkat ibu jari anda,kalau boleh janganlah di putuskan zikir didalam hati dan bercakaplah dengan suara yang agak perlahan agar tidak sampai mengejutkanya. Beritahulah apa yang ingin anda beritahunya. Kebiasaannya saya akan menasihati isteri saya agar tidak selalu melewatkan solat, banyakkan berselawat, banyak bersabar.

Nasihatilah orang yang anda sayangi dengan apa sahaja nasihat yang anda inginkan. Jangan putuskan zikir anda, supaya zikir itu masuk bersama dengan nasihat anda

5. Anda akan dapat melihat reaksi yang dia sedang menerima pernyataan anda iaitu kelopak matanya bergerak-gerak. Insyallah saya doakan diri saya dan anda berjaya dengan kaedah ini.

Pernah di zaman Imam Abu Hanifah (Hanafi An Nu’man), seseorang pernah bertanya kepada bapa Imam Abu Hanifah. “Tuan, bagaimanakah tuan mendidik Hanafi sehingga begini istimewa jadinya. Jawab bapa Imam Abu Hanifah “Aku didik Hanafi 40 tahun sebelum dia dilahirkan”.

Kalau didengar pernyataan ini tentu aneh bagi kita bukan. Bagaimana mungkin manusia yang belum dilahirkan sudah di didik. Namun apa yang ingin disampaikan oleh Tsabit (bapa Imam Abu Hanifah) ialah dia sendiri telah diasuh, manakala isterinya juga sudah di didik dan Hanafi sendiri sudah dididik sejak dari kandungan lagi. Saya beri anda satu logik akal, acuan yang bulat mana mungkin menghasilkan kuih segiempat. Begitu juga dengan anak dan isteri kita.

Mereka adalah cermin kepada diri kita sendiri.

Saya bacakan kisah ini kepada janin yang sedang membesar dalam perut isteri saya. Saya sentiasa berdoa agar dia terus membesar dan dilindungi Allah sebagaimana Allah memelihara Imam Abu Hanifah. Saya nasihatkan dia dengan nasihat yang disuarakan oleh Luqman Al Hakim kepada anaknya. Saya bacakan kisah para rasul, para nabi,wali songo, tujuh wali melayu kepadanya. Cuma isteri saya menasihati agar suara saya tidak terlalu kuat, bimbang didengar oleh jiran, apa pula kata mereka nanti.

Dalam kepekatan malam, isteri saya sudah pun nyenyak dibuai mimpi. Saya baru selesai membaca Surah Yasin disisi isteri hingga dia terlelap. Saya ke halaman rumah, mahu merenung langit malam, satu-satunya hobi saya semenjak kecil semenjak di rumah anak-anak yatim piatu, saya bawa hingga kini. Langit agak terang dan bersih. Saya bersandar dibangku marmar. Kalau isteri saya sihat pastinya dia menemani saya disini, kami akan bercerita tentang segala-galanya, tentang masa depan, tentang anak, tentang cinta, tentang tuhan.

Saya terus merenung langit malam, saya anak yatim piatu yang ditinggalkan ditengah padang rumput, sehingga sekarang tidak diketahui siapa ibu ayah saya. Kini saya akan menjadi ayah. Bermula dari saya akan wujud salasilah keturunan yang baru.

Saya bertekad dalam hati, Insyallah jika anak ini lahir, dia tidak akan saya biarkan membesar seperti saya. Dia tidak akan saya biarkan menagih kasih dirumah kebajikan. Dia tidak akan melalui zaman pahit seperti saya. Dia tidak perlu dibohongi yang teddy bear adalah ’mama’nya seperti saya. Air mata ini mengalir lagi. Mudah benar ia tumpah. Oh! janganlah tumpah lagi. Sudah terlalu banyak tertumpah. Kalau mahu tumpah biarlah ketika sujud menyembah Ilahi. Pesan guruku air mata lelaki jangan ditumpahkan sia-sia.

Saya tidak mahu terus melayan perasaan, segera saya kuncikan pintu dan ke kamar tidur. Isteri saya telah pun nyenyak dibuai mimpi. Inilah ‘bintang timur’ dalam hidup saya. Ia sentiasa bersinar cemerlang dalam hidup saya, memberi harapan, keyakinan, kesetiaan dan cintanya kepada saya. Insyallah tidak lama lagi, akan muncul ‘bintang timur kecil’ dalam hidup saya.



Doa Pembuka 12 Pintu

Doa ini lengkap dan amat sesuai dijadikan amalan harian. kalau nak panjangkan untuk keluarga, cuma sebut “bukakanlah untukku dan seluruh keluargaku”


Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu kebaikan, pintu-pintu keselamatan, pintu-pintu kesihatan, pintu-pintu nikmat, pintu-pintu keberkatan, pintu-pintu kekuatan, pintu-pintu cinta sejati, pintu kasih sayang, pintu-pintu rezeki, pintu-pintu ilmu, pintu-pintu keampunan dan pintu-pintu syurga. Ya Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.



Monday, June 4, 2012

Tentang Riak

Riak. Riak ikan dia air. Benda yang biasalah kita dengar hari2 kan. Apa maksud riak ni sebenarnya?

Maksud riak biasanya dikaitkan dengan perbuatan menunjuk2 di depan orang. Biasa kita dengar, atau kita sendiri kata benda macam ni:

“Aku bukan nak riak..”
“Takmau la buat ni, takut riak pulak”
“Tengok tu, menunjuk2. Riak!”

Riak dari segi bahasa maksudnya memperlihatkan, manakala dari segi istilah ialah melakukan sesuatu bukan kerana Allah. Riak ini adalah sesuatu yang bahaya, maksudnya amatlah kronik sehinggakan ia menjadi kebimbangan Rasulullah SAW, di dalam hadis yang marhumnya,

“Yang paling takuti aku atas kalian adalah syirik kecil” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?” Baginda menjawab, “Riak” (HR Ahmad).

Syirik maknanya mensekutukan atau mendua kan Allah dengan sesuatu yang lain.

Riak menjadi syirik kecil apabila kita menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya, iaitu manusia lain.

Riak adalah sifat yang berlawanan dengan ikhlas. Bila ikhlas bermaksud kita melakukan sesuatu kerana Allah, maka riak bermaksud sebaliknya iaitu melakukan sesuatu bukan kerana-Nya.

Contoh perbuatan riak ialah:

1. Solat dengan begitu kusyuk sekali supaya orang yang melihat akan berasa “Wow, kusyuknya dia ni solat, mesti alim ni”
2. Bersedekah dengan banyak supaya orang kata “Wow, pemurahnya dia!”
3. Mengaji dengan suara merdu dan tajwid yang betul supaya orang kata “Wow, hebatnya dia mengaji!”

Amat sukar nak ikhlas kan?

Namun, terdapat beberapa perbuatan yang kita tak sedar, ia adalah riak sebenarnya. Contohnya…

1. Kita tidak mahu menderma di depan orang kerana TAKUT ORANG KATA kita nak menunjuk2.

2. Kita sering solat sunat (dhuha misalnya) tapi satu hari kawan kita datang dan kita tinggalkan solat sebab TAKUT KAWAN KATA kita alim sangat.

3. Kita nak cerita kebaikan kita tapi ayatnya “AKU BUKAN NAK RIAK” supaya ORANG yang dengar INGAT yang kita ni memang baik.

Perbuatan di atas tu, boleh jadi tidak riak, bila kita ikhlas. Ikhlas adalah bila…

1. Kita tidak mahu menderma di depan orang kerana TAKUT ALLAH MARAH bila kita merasa ujub bila derma lebih dari orang lain.

2. Kita sering solat sunat (dhuha misalnya) tapi satu hari kawan kita datang dan kita tinggalkan solat sebab ALLAH KATA wajib muliakan tetamu, solat dhuha tu sunat sahaja.

3. Kita cerita je lah dengan niat semoga Allah memberi hidayah kepada kita dan yang mendengarnya. Baik ke buruk semua pembalasan dari Allah.

Riak ni sangat tersembunyi. Sebab ia kan satu spesis dengan ikhlas, cuma berlainan arah. Ikhlas adalah perbuatan yang sulit untuk dilihat dengan mata kasar, sukar untuk dikesan. Begitu juga dengan riak. Kerana ia melibatkan hati. Kita mana boleh nak tahu hati sesiapa, sedangkan Nabi pun tak tahu. Dalam hati sendiri pun sukar nak dikesan “Aku ni ikhlas ke riak?”

Riak juga boleh jadi bila kita melakukan ibadat kerana sesuatu, contohnya kerana nak lulus periksa, maka solatlah kita awal waktu, siap solat sunat, solat hajat, puasa bagai. Sekali periksa tak berapa nak lulus, terus bungkus semua tu. Siap marah2 Tuhan lagi “Aku semayang hajat semua pun Kau tak beri lulus? Ini tidak adil! Malas semayang!”. Ataupun,periksa dah lulus, so buat apa nak lakukan semua tu lagi kan? Salah ni dik, amal ibadah kita kena ikhlas, bukan sebab nakkan sesuatu. Memangla kita kena ada extra effort kalau mahu something, tapi dia kena ada follow up. Kalau tak dapat, usaha lagi, atau bertaubat, mungkin kafarah dosa. Kalau dapat, bersyukur dan buat la jugak semoga nanti dapat lagi banyak.

Bagi orang kebanyakan seperti saya, riak ni kadangkala disalah faham dengan ujub. Maksud ujub ialah merasakan dirinya lebih dari orang lain. Lebih alim, lebih kaya, lebih pandai, lebih segala-mala la. Dia adik beradik dengan riak, tapi ujub tak semestinya riak, dan riak tak semestinya ujub. Tapi biasanya kalau dah ujub tu mestilah ada riak jugak. Kalau rasa diri alim, mesti la nak tunjuk kealiman kan. Orang mesti pandang aku… paling kuat ibadat, paling pandai mengaji, paling berilmu….

Satu lagi sifat yang ada kaitan dengan riak ialah sum’ah. Sum’ah ialah memperkatakan tentang amal baiknya. Berbeza dengan riak yang memperlihatkan, sum’ah ialah memperdengarkan.

Takbur pula ialah membesar-besarkan diri. Dia jelah yang hebat. Dia jelah yang best. Dia jelah yang ada blog. Eh?

Apa-apa pun semua sifat2 di atas mestilah diperangi, terutama sifat riak, kerana ia adalah sesuatu yang serious. Di akhirat kelak, Allah tidak sudi memandang ibadah mereka yang ada riak, sebaliknya disuruh minta pahala daripada orang-orang yang diriakkan tu. Alangkah ruginya kan? Susah payah solat, sekali Allah tak sudi terima disebabkan kita solat tu sebab nak suruh orang tengok kita macam bagus.

Susah nak buat kan? Ye lah bukannya kita nampak Allah, dan Dia tu takde nak bercakap2 dengan kita secara direct. Kalau manusia ni, kejap je dapat pujian “Wah baiknya budak ni!”, “Dia ni alim ni” dan kita pun tersenyum2 puas.

Riak adalah sejenis penyakit. Jadi adalah ubatnya. Apakah ubat riak?

Melakukan sesuatu amal kebaikan kerana suruhan Allah. Bukan kerana pahala, atau pembalasan, atau nak periksa, atau pujian orang atau apa2. Dah Tuhan suruh tu buat aje lah.
Selalu muhasabah diri.. adakah aku ikhlas? Atau nak tunjuk kat orang je?
Selalu berdoa semoga Allah tetapkan iman dan jauhi dari sifat2 riak.
Banyakkan ibadah sunat yang jauh dari pandangan orang.
Sentiasa bertaubat, beristighfar dan menangisi dosa2.
Tanamkan rasa cinta kepada Allah dan takut kepada azab seksa-Nya.

Hmm.. berhati2 lah bila kita nak cakap “Aku bukan nak riak” atau “Aku takut riak” adakah kita cakap tu atas dasar riak (sebab nak orang nampak kita baik), atau memang benar2 ikhlas kerana Allah Taala?


melurhasanah.com

Mengapa Bersedih !

Duhai teman seperjalanan, di sepanjang jalan kehidupan. Mengapa kita perlu berduka, kala ketentuan mengunjung tiba? Mengapa kita perlu bersedih, kala dirimu ingin dikasih? Perjalanan ini, suatu pembuktian. Kehidupan ini, suatu komunikasi. Komunikasi antara sang hamba dengan Ilahi.

Manusia sering gundah, resah, gelisah dan bermacam-macam lagi kerenah, tatkala dikunjungi oleh ketentuan Allah s.w.t.. Kala kita diuji dengan bebanan kehidupan, mengapa kita sering melupakan Dia yang menurunkan ujian? Mengapa kita terpaku khayal dalam tempurung ketentuan?

Duhai teman seperjuangan di sepanjang perjalanan kehidupan. Manusia bersedih kerana tidak melihat bebanan kehidupan sebagai simbol kasih. Manusia bersedih tatkala dilanda musibah, kerana tidak melihat di sebaliknya wujud Allah yang Maha Pemurah.

Bahkan, manusia mudah kecewa dalam kehidupan, kerana tidak melihat dalam diri adanya unsur kehambaan. Manusia mudah lalai dalam kesenangan, kerana tidak melihat dalam usianya, ada tempoh kesudahan. Manusia yang semacam ini, sering berputar antara lalai dan kecewa. Pada hakikatnya, mereka sentiasa resah dalam suka dan duka.

Takkala mendapat kesenangan yang membuatkannya gembira dan suka, dia sentiasa resah jika kesenangannya hilang serta-merta. Dia takut nikmat yang dimilikinya dicuri, didengki dan dikhianati insan-insan di sekelilingnya. Tatkala dia mendapat musibah, dia juga resah, kerana terasa dibebani oleh musibah. Ketika dalam kesenangan pun resah, dalam kesusahan pun resah juga?

Adakah manusia diciptakan hanya sekadar untuk resah, dalam senang mahupun susah?

Duhai teman. Hidup ini tidak seresah yang disangkakan. Hidup ini tidak perlu bersedih dalam menghadapi ketentuan dalam kehidupan. Demi sesungguhnya, ketentuan dalam kehidupan, tidak hadir tanpa sebarang maksud yang penuh berharga. Demi sesungguhnya, apa yang dikau kecapi dalam segenap kehidupanmu, bukan tiada makna dan tidaklah sia-sia.

Jangan pandang pada ketentuannya. Jangan pandang pada musibahnya. Jangan pandang apa yang dihadapi. Susah mahupun senang, semuanya dari Ilahi. Semuanya ada maksud yang tersembunyi, sekiranya dikau mengerti.

Hidup ini seluruhnya adalah sebuah komunikasi. Komunikasi antara kita dengan Tuhan yang Maha Mengasihi. Mengapa gusar terhadap komunikasi sehingga melupakan kasih sayang yang mana kepadaNyalah kita berinteraksi.

Apa sahaja ketentuan dalam hidupmu, ianya adalah bukti kasih sayangNya kepadamu. Apa sahaja yang menimpa kita, yakinlah ianya tidak pernah sia-sia. Bukankah Nabi s.a.w. pernah bersabda: "Allah s.w.t. jika mengasihi seseorang hamba, Dia akan mengujinya?". Mengapa sedih dengan ujian, sedangkan diri sentiasa mendakwa ingin dikasihi Tuhan? Mengapa tidak mampu redha dengan ketentuan, sedangkan diri masih sentiasa mengaku Dialah Tuhan?

Wahai teman. Dalam dirimu ada unsur kehambaan, sedangkan Allah s.w.t. menzahirkan ketuhananNya dalam kehidupan. Kita yang sebagai hambaNya, zahirkanlah kehambaan kita kepadaNya, dengan sabar dan redha, dalam setiap ketentuan yang melanda. Hidup ini adalah komunikasi cinta. Allah s.w.t. menzahirkan ketuhananNya dalam kehidupan kita, melalui ujian dan ketentuanNya, sedangkan kita, perlulah menzahirkan kehambaan kita kepadaNya dalam kehidupan kita, melalui sabar, syukur dan redha, dalam menerima setiap ketentuanNya.

Jika kita mengerti hakikat dikasihi, pasti kita mengerti, kesanggupan kita untuk menghadapi ujian Ilahi itu sendiri, tidak mampu untuk membeli cintaNya yang Maha Tinggi. Tiada yang lebih bernilai bagi kita yang merupakan makhluk-makhluk ciptaanNya, daripada kecintaanNya kepada kita.

Duhai teman yang ingin dikasihi Tuhan... Dunia ini sebentar cuma. Pejam celik, usia kita sudah semakin sampai ke penghujungnya. Apalah sangat nilai kesabaran, kesyukuran dan keredhaan kita, dalam usia kita yang semakin berkurangan, sedangkan balasannya adalah keredhaan, kecintaan dan kemesraanNya yang berpanjangan, di akhirat nanti yang abadi selamanya tanpa kesudahan.

Kalaulah nak diikutkan, apalah sangat untuk sabar dalam tempoh usia di dunia ini terhadap musibah dan ujian yang merupakan tanda kasih sayang Tuhan, jika ingin dibandingkan dengan keredhaanNya yang abadi di hari Kemudian.

Wahai temanku yang budiman... Dunia ini sebenarnya syurga, kalau kita tahu nilai kehidupan sebagai tempat menzahirkan kehambaan. Nama pun hamba, mestilah menzahirkan kehambaan. Pada ujianlah, dapat kita menzahirkan kehambaan, dengan kesabaran. Pada kesenangan dariNyalah, kita dapat menzahirkan kehambaan, dengan kesyukuran. Pada ketentuanNya seluruhnyalah, kita dapat menzahirkan kehambaan, dengan meredhai setiap ketentuanNya. Kita hamba, maka jadilah hamba. Kita hamba, maka zahirkanlah kehambaan.

Hidup ini syurga, kerana di sinilah kita menzahirkan kehambaan. Syurga kita adalah pada kehambaan. Sesiapa yang tidak menzahirkan kehambaan di dunia, dengan mentaati setiap suruhan, dan tidak redha dengan setiap ketentuan, maka tiada baginya syurga di akhirat kelak. SyurgaNya hanya untuk hamba-hambaNya yang tahu diri mereka adalah hambaNya lalu menzahirkan kehambaanNya kepadaNya sejak di dunia.


Senyumlah kepadaNya yang sentiasa menunjukkan bukti cintaNya dalam segenap kehidupan kita. Teruskan berjalan dalam kehidupan dengan bergantung hanya kepadaNya semata-mata. Kita insan, tetaplah insan, yang serba lemah nan banyak kekurangan. Bagaimana kita mampu bergantung kepada diri kita yang serba kekurangan? Bagaimana kita sanggup bergantung kepada makhluk yang jua serba kekurangan? Bergantunglah hanya kepadaNya, maka kamu akan dapati hidup ini membawa ceria. Senyumlah kala ingin dikasihiNya melalui ujianNya. Zahirkanlah rasa rendah diri dan memerlukanNya dalam meneruskan perjalanan kehidupan.

Dengan demikian, kita sama-sama dapat meneruskan perjalanan, dengan penuh keceriaan, dek ketergantungan hanya kepada Tuhan, dan kerana memahami hidup ini tempat menzahirkan kehambaan. Allah s.w.t. mencintaimu, dan kerana itulah Dia mengujimu. Yakinlah dengan kasih sayangNya kepadamu, kerana Allah s.w.t. itu menurut apa yang kamu sangkakan. Berbaik sangkalah kepadaNya, kelak kamu ketahui Dia lebih baik (Maha Baik) dari apa yang kamu sangkakan.

Oleh yang demikian, mengapa bersedih?

Hanya 3 Kali


Ibu berkata.. * Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup* Keningku berkerut..'Sedikit sekali Allah memanggil kita..?' Ibu tersenyum. 'Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?' Saya menggelengkan kepala.

1) Panggilan pertama: Azan,

Ujar Ibu.'Itu adalah panggilan Allah yang pertama..Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah..Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak 'cepat marah' akan sikap kita..

Kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas..Allah tidak marah seketika..Dia masih memberikan rahmat Nya, masih memberikan kebahagiaan bagi umat Nya, baik umat Nya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak..Allah hanya akan membalas umat Nya ketika hari Kiamat nanti'.Saya terpaku..mata saya berkaca-kaca..Terbayang saya masih melambatkan sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah..

Ibu melanjutkan,

2) Panggilan kedua: Panggilan Umrah / Haji

Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya 'bergiliran' . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalan nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul.

Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan', sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua.

Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali.Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu'. Mata saya semakin berkaca-kaca..Subhanallah..saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan..Alhamdulillah..

3) Panggilan ke-3: KEMATIAN

Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu , manfaatkan waktumu sebaik-baiknya..

Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah..

Insya Allah surga adalah balasannya..



Faedah Sedekah

Dengan mengemukakan ratusan dalil daripada al-Qur’an dan hadith sahih, Syeikh Ali Ibn Muhammad al-Dahhami dalam karangannya al-Sadaqatu Fada’iluha wa Anwa’uha menyenaraikan faedah sedekah kepada 20 kelebihan utama seperti berikut:

1.Sedekah dapat memadamkan kemurkaan Allah
2.Sedekah dapat menghapuskan dosa
3.Sedekah merupakan pelindung daripada api neraka
4.Orang yang bersedekah dipayungi oleh sedekahnya pada Hari Kiamat
5.Sedekah dapat mengubati penyakit-penyakit fizikal
6.Sedekah boleh merawat penyakit-penyakit hati / psikospiritual
7.Sedekah menolak berbagai-bagai jenis bala
8.Seorang hamba Allah itu akan mencapai hakikat al-Birr (kebaikan) hanya dengan sedekah
9.Orang yang bersedekah setiap hari akan didoakan balasan yang baik oleh malaikat, akan tetapi sebaliknya kepada orang yang enggan bersedekah
10.Harta orang yang bersedekah diberkati oleh Allah

11.Tidak akan tertinggal harta kepada pemiliknya melainkan harta itu daripada kumpulan harta yang disedekahkan
12.Allah melipat-gandakan pahala kepada orang yang bersedekah
13.Orang yang bersedekah akan masuk ke syurga daripada pintu khusus yang dinamakan Pintu Sedekah
14.Apabila terkumpul amalan sedekah, bersama puasa sunnat, mengiringi jenazah dan menziarahi orang sakit pada satu hari, maka dijanjikan balasan syurga
15.Sedekah dapat melapangkan dada, melega dan mententeramkan hati
16.Apabila orang yang bersedekah juga orang yang berilmu, maka dia berada pada kedudukan paling utama di sisi Allah
17.Rasulullah menempatkan orang kaya yang rajin bersedekah seperti al-Qur’an yang rajin dibaca
18.Sedekah di jalan Allah bersama-sama dengan pengorbanan nyawa merupakan penunaian janji antara seorang hamba dengan Allah dan menyempurnakan ikrar yang dibuat oleh hamba tersebut
19.Sedekah merupakan bukti kebenaran iman seorang hamba Allah
20.Sedekah dapat membersihkan harta dan mengikis kotoran yang menghinggapi harta akibat perbuatan sia-sia, sumpah, dusta dan kelalaian


teratakrahmat.blogspot